Inilah Orang-orang yang Berjuang Membersihkan Kota Jakarta!!! Berkat Ahok Jakarta semakin Bersih dan Rapi dengan PPSU Inilah Orang-orang yang Berjuang Membersihkan Kota Jakarta!!! Berkat Ahok Jakarta semakin Bersih dan Rapi dengan PPSU



Liputanberita.net - PPSU hasil besutan Gubernur DKI Jakarta memang cukup efektif untuk membersihkan kota Jakarta. Hampir disemua tempat diterjunkan PSSU agar Jakarta menjadi bersih, indah dan rapi.

Berdasarkan artikel yang Liputanberita.com lansir dari Beritajakarta.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1-3 miliar kepada para lurah se-DKI untuk merekrut Pekerja Harian Lepas (PHL) atau tenaga kerja kontrak pada tahun ini. ‎Anggaran itu dilokasikan untuk membayar gaji para PHL sebesar Rp2,7 juta setiap bulan, biaya asuransi kesehatan dan tenaga kerja, belanja bahan-bahan material bangunan beserta satu unit mobil pikap sebagai kendaraan operasional.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Bambang Sugiyono mengatakan, ‎perekrutan tenaga kerja kontrak atau PHL pada tahun ini telah didasari payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penanganan Prasarana dan Saranan Umum (PSSU) di kelurahan. "Jadi memang benar, itu sudah ada Pergub-nya tentang PPSU di kelurahan. Di situ sudah jelas bahwa kelurahan akan merekrut tenaga kerja kontrak," katanya di Balaikota, Selasa (19/5).

Mantan Walikota Jakarta Utara ini menyampaikan, jumlah tenaga kerja kontrak yang akan direkrut di masing-masing kelurahan bervariasi antara 40-70 orang, tergantung dari luasan wilayah dan jumlah penduduknya. Kelurahan yang luasan wilayahnya kecil dan berpenduduk sedikit, diberikan 40 orang tenaga kerja kontrak. "Kalau luas wilayah arealnya besar dan banyak penduduknya, bisa 70 orang," ujarnya.

Dikatakan Bambang, dalam perekrutan ini, para lurah diberikan kewenangan dan otoritas penuh untuk memilih sendiri tenaga kerja kontrak yang nantinya akan dipekerjakan di kantor kelurahan mereka. Para Tenaga kerja kontrak yang direkrut tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berusia 18-58 tahun, berpendidikan maksimal Sekolah Dasar (SD) dan harus ber-KTP DKI. ‎

"Persyaratan lainnya, tenaga kerja kontrak itu tidak boleh menjabat atau sedang menduduki jabatan Ketua RT, RW dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK). ‎‎Mereka digaji Rp2,7 juta tiap bulan, sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Kemudian mereka juga dapat peralatan dan seragam khusus warna orange. Itu semua anggarannya ada di kelurahan, termasuk buat beli bahan bangunan seperti semen dan mobil pikap buat operasional," ucapnya.

Lebih lanjut Bambang mengutarakan, selain gaji, para tenaga kerja kontrak yang direkrut juga akan mendapat fasilitas asuransi kesehatan dan tenaga kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Setiap harinya, para tenaga kerja kontrak tersebut bekerja dua shift yang dimulai dari pukul‎ 07.00 - 15.00 WIB dan pukul 15:00-23:00.

Ia menambahkan, tiap satu atau tiga bulan, kinerja tenaga kerja kontrak tersebut akan dievaluasi para lurah‎. Tenaga kerja kontrak yang tidak menunjukan kinerja atau performa baik di lapangan, terancam dicopot atau diputus kontrak kerjanya. ‎

Ia berharap, dengan adanya bantuan tenaga kerja kontrak, kinerja para lurah di setiap wilayah dapat dapat lebih optimal dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada di Jakarta seperti jalan rusak, genangan dan sampah.

Selain itu para petugas PPSU ini juga diberikan smartphone agar menunjang kinerja mereka dan lebih memudahkan untuk memantau kinerja mereka dilapangan.

Untuk memaksimalkan sistem aplikasi Smart City, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengalokasikan anggaran pembelian smatphone android untuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"‎‎Ini sama Diskominfomas (Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan) DKI sedang digodok. Termasuk pulsanya juga sedang dipikirkan, siapa yang beli nantinya," kata Bambang Sugiyono, Asisten Bidang Pemerintahan Sekda DKI di Balai Kota, Kamis (8/10).

Bambang mengatakan, anggaran belanja smartphone android‎ untuk PSSU ini dapat ditambahkan dalam anggaran kelurahan. Sementara ini, sebagian PPSU di setiap wilayah kelurahan telah memiliki android untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi Qlue.

‎"Jadi bisa ditambahkan anggaran untuk pembelian andoid di setiap kelurahan kalau itu dinilai efektif," ujar Bambang.

Bambang mengharapkan seluruh PPSU kelurahan yang saat ini telah mencapai 13.035 personel memiliki smarphone android agar kinerja mereka di lapangan dapat dikontrol masyarakat secara langsung. Terlebih, semua akses di sistem aplikasi Smart City akan dibuat tanpa kata sandi atau password, termasuk pelaporan penerangan jalan umum (PJU) yang rusak.

‎"Diharapkan PPSU seluruhnya punya android. Jadi kontrolnya bukan hanya Pemprov DKI, tapi masyarakat," tandas Bambang.

Inilah beberapa galery gambar dan foto-foto para anggota PSSU yang sedang membersihkan kota Jakarta agar tampak indah, rapi dan bersih. Gambar dan foto ini didapat dari beberapa sumber yang ada di Google.











Petugas PPSU di daerah Petojo Selatan Jakarta pusat juga memberikan apresiasi mereka kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok dengan menyanyikan sebuah lagu mars mereka. Persembahan lagu mereka direkam dalam sebuah video yang berdurasi 4 menit 29 detik. Untuk lengkapnya silahkan simak videonya dibawah ini :

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=83gRqtgWPRo

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11