Pengakuan Warga Pasar Ikan Penghuni Rusun Rawa Bebek : “Alhamdulillah Nyaman, Dibilang Gak Puas Ya Puas" Pengakuan Warga Pasar Ikan Penghuni Rusun Rawa Bebek : “Alhamdulillah Nyaman, Dibilang Gak Puas Ya Puas"


Liputanberita.net - Penghuni rusun Rawa Bebek pindahan Pasar Ikan Luar Batang mengaku nyaman tinggal di hunian barunya. Mereka mengatakan lingkungan di rusun Rawa Bebek lebih bersih, nyaman dan adem.

Seperti yang diakui oleh Paidi (50), yang sebelumnya tinggal di Kawasan Pasar Ikan Luar Batang RT 02/04. Paidi mengakui lingkungan di rusun Rawa Bebek lebih bersih. Dan ongkos hidupnya tidak jauh beda ketika ia dan keluarga tinggal di kawasan Pasar Ikan Luar Batang.

“Yang saya rasa di sini ya bersih. Kalo nyaman, ya nyaman. Ukuran ruangannya juga lebih besar di sini. Soal biaya, kalo dihitung-hitung gak jauh beda waktu tinggal di sana. Saya di sini setelah 3 bulan nanti bayar ongkos sewa 300 ribu rupiah per bulan,” ucap Saidi di Rusun Rawa Bebek, Jalan Inspeksi Banjir Kanal Timur, Jumat (15/4/2016).

Jika ditambah dengan biaya listrik dan air, Saidi menggitung biaya yang harus dikeluarkannya tidak jauh beda. Saat tinggal di Pasar Ikan, ia mengaku perlu mengeluarkan uang sebesar 500 ribu rupiah per bulan untuk mengontrak.

Saidi yang tinggal bersama istri dan satu anaknya ini juga mengatakan besar ruangan di rusun juga lebih besar dibanding kontrakannya di Pasar Ikan. Namun soal pekerjaan, Saidi memang harus mulai mencari lagi.

“Ruangan di rusun lebih besar memang dibanding waktu saya ngontrak. Ya syukur deh. Cuma soal kerjaan aja yang harus mulai dari nol lagi. Soalnya waktu di sana tawaran kerja mah ada aja yang dateng,” ucap Saidi yang sudah tinggal di Pasar Ikan sejak tahun 1995.

Hal serupa dirasakan oleh Soim (34) yang juga menghuni rusun Rawa Bebek Blok A. Soim sudah seminggu lebih tinggal di rusun dan mencoba membuat nyaman.

“Alhamdulillah nyaman, dibilang gak puas ya puas, sudah begini adanya,” ujar ibu satu anak ini.
Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, Soim akan mulai berdagang. Sebelumnya, selama tinggal di Pasar Ikan Luar Batang, Soim memang berdagang.

“Saya baru mau dagang. Sudah selesai bikin perabotan. Dulu saya juga dagang nasi di sana,” ucap Soim sembari membenahi etalase dagangannya.

Di lantai dasar dan halaman rusun, bocah-bocah berlarian girang. Mereka bermain bersama. Sementara ibu-ibu sudah mulai kegiatan berdagang dengan menjual makanan dan minuman.

Untuk sementara, warga pindahan Pasar Ikan Luar Batang memang harus tinggal di rusun Rawa Bebek. Sejatinya, rusun ini diperuntukkan bagi para pekerja lajang. Nantinya, mereka akan berpindah ke rusun keluarga yang saat ini dalam proses pembangunan. (Detik)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11