Ancaman Demo Anti Ahok : “Dalam 7 Hari Kita Akan Jemput Paksa Ahok” Ancaman Demo Anti Ahok : “Dalam 7 Hari Kita Akan Jemput Paksa Ahok”


Liputanberita.net - Usai menggelar aksi bersama di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ratusan masyarakat Jakarta Utara yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (Amju) diajak berdialog oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik di loby lantai Gedung DPRD baru, jalan Kebon Sirih, Jumat (20/5).

Tidak hanya Taufik, politisi dari Gerindra tersebut juga ditemani Sekretaris Komisi A DPRD, Syarif yang juga dari fraksi Gerindra. Dalam dialog tersebut, 30 perwakilan dari masyarakat Jakarta Utara dipersilahkan menyatakan tuntutannya.

Salah satu perwaklian yang menyatakan pendapatnya adalah ketua tim hukum advokasi Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Ali Lubis. Ia mengatakan kepada kedua politisi Kebon Sirih tersebut bahwa yang harus menurunkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok dari jabatannya adalah anggota DPRD dari Partai Gerindra.

“Ahok kan maju dari Gerindra. Mungkin obatnya ada di rumah. Bapak yang bawa Ahok ke Jakarta, jadi bapak juga yang harus usir manusia itu,” kata Lubis.

Dalam dialog tersebut, para perwakilan masyarakat Jakut tersebut melontarkan berbagai kejahatan-kejahatan Ahok terkait dengan penggusuran, reklamasi, dan pembelian lahan RS Sumber Waras yang berada di Jakarta Utara. “Kami minta bantuan partai bapak juga,” katanya.

Dialog tersebut sempat tegang lantaran perwakilan massa aksi memaksa Taufik untuk menandatangani surat pernyataan. Sekitar 30 perwakilan dari ratusan massa aksi tersebut memaksa Taufik untuk serius menurunkan Ahok dari jabatannya.

“Begini saja pak, bapak harus tanda tangan surat pernyataan biar kita yakin kalau bapak serius,” kata salah satu massa aksi kepada Taufik sebelum memberikan tenggat waktu.

Mendengar pernyataan tersebut, Taufik mencoba berkelit dengan mengatakan bahwa DPRD harus mengikuti aturan yang sudah ada. Jawaban itu membuat dialog tersebut diwarnai dengan sedikit kericuhan.

Akhirnya mereka memberikan waktu satu pekan kepada DPRD DKI Jakarta untuk menurunkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatannya. “Andai kata anggota dewan tidak melakukan penjemputan terhadap Ahok dalam satu minggu ini, maka kita akan lakukan penjemputan paksa, kalau perlu kita inepin DPRD,” kata salah satu anggota massa aksi, Rizal dari Kobar.

Pada akhir dialog, Taufik berjanji kepada 30 perwakilan massa aksi tersebut untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta yang lain, sehingga nantinya bisa menurunkan Ahok dari jabatannya. “Saya akan komunikasikan dulu dengan anggota lainnya, Senin ini kita komunikasikan,” ujarnya.

Dialog tersebut berlangsung selama satu jam lebih. Ada sekitar tujuah warga yang menyampaikan pendapatnya. Semangat mereka tampak berkobar saat mengutarakan tentang kebijakan-kebijakan Ahok yang melenceng dari harapan masyarakat Jakarta Utara. (Rol)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11