Mengaku dari FPI, Pendemo Anarkis Ahok di Penjaringan Kini Diburu Polisi! Mengaku dari FPI, Pendemo Anarkis Ahok di Penjaringan Kini Diburu Polisi!


Liputanberita.net - Polisi memburu pelaku unjuk rasa yang melakukan penyerangan terhadap polisi dan rombongan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Penjaringan, Jakarta Utara. Polres Jakarta Utara telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang melakukan pengadangan.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona mengatakan, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang diduga menjadi provokator aksi hingga terjadi kericuhan. "Kami sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku yang melempar ke petugas. Kami buru pelakunya," kata Daniel seperti dikutip situs resmi Pemerintah DKI, Beritajakarta.com, Jumat (24/6/2016).

Daniel mengungkapkan, akibat insiden itu Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, Kompol Bungit dan Kepala Seksi Propam Polres Jakarta Utara, Kompol Santoso mengalami luka-luka. "Dalam insiden itu, dua anggota kami mengalami luka-luka dibagian dahi akibat terkena lemparan batu oleh massa," ujarnya.

Insiden itu terjadi saat Ahok ingin meresmikan Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah Tahap II, Jalan Wacung, Penjaringan, Jakarta Utara. Ahok didemo dan diadang ratusan warga hingga terjadi kericuhan.

Ahok berhasil lolos masuk dan keluar daerah tersebut karena dipagari oleh puluhan polisi anti huru hara dengan perelatan lengkap. Pendemo sempat mengamuk dan melempari aparat kepolisian dengan batu. Kejadian itu dibalas polisi dengan menembakkan gas air mata.

Salah satu mobil Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta jadi sasaran pelemparan batu. Ahok pun berhasil meninggalkan tempat itu.


Ahok menyebut warga yang menolak dirinya bukan warga Penjaringan. Mereka adalah warga kolong tol Wiyoto Wiyono. Ahok menegaskan, masih banyak warga yang menikmati fasilitas RPTRA yang dibangun Pemprov DKI.

Ahok mengklaim masih banyak warga yang menyambut positif fasilitas RPTRA. "Anak-anak ini senang tidak? Masyarakat ibu-ibu semua senang," ujar Ahok.

Pendemo mengatasnamakan diri dari warga Kolong Tol Wiyoto Wiyono. Warga mendemo karena menolak Ahok menggusur kediamanan mereka. Menurut Ahok, pemberontakan tersebut tak ada artinya. Sebab, mereka menempati tanah negara.

Ahok mengaku heran dengan penolakan warga. Padahal Pemerintah DKI akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak. Terlebih demo hari ini diwarnai kericuhan dan aksi lempar batu. Padahal, kata Ahok, ini bulan Ramadan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, massa anarkis itu mengaku dari Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Pusat. Hanya saja, petugas di lapangan, lanjut Awi, tidak menggubris pengakuan itu karena tidak melihat atribut FPI.

‎"Mereka waktu ditanya dari mana, katanya FPI Jakarta Pusat. Tapi anggota tidak melihat ada yang pakai atribut FPI. Jadi masih kami dalami siapa mereka. Yang jelas mereka kontra Ahok," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.(Jpnn/Metrotvnews)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11