Tak Terima Ahok Lolos dari KPK, Ratna Sarumpaet Seruduk BPK! Tak Terima Ahok Lolos dari KPK, Ratna Sarumpaet Seruduk BPK!


Liputanberita.net - KPK telah menyatakan tidak ada perbuatan melawan hukum di kasus pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun aktivis Ratna Sarumpaet dan mantan Wagub DKI Prijanto meminta BPK tetap mempertahankan hasil auditnya yang menyebut ada kerugian negara Rp 191 miliar.

Ratna dan Prijanto mengatasnamakan Aliansi Gerakan Selamatkan Jakarta (AGSJ) mendatangi gedung BPK, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/6/2016). Rombongan ini total berjumlah 28 orang. Mereka bermaksud menemui Ketua BPK Harry Azhar.

Mereka ingin menyampaikan surat dukungan kepada BPK.

"Aku menyarankan jangan berhenti. Jangan gara-gara Agus (Ketua KPK Agus Rahardjo) ngomong itu jadi pembenaran, jadi berhenti! Gerakan kita dalam dua hari yang akan datang mau bedah kasus dengan Prof Ramli," ujar Ratna.

BPK dalam audit biasa menyebut ada kerugian negara Rp 191 miliar dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Setelah menerima laporan dari masyarakat, KPK kemudian meminta BPK melakukan audit investigasi. Hasil audit investigasi diberikan BPK ke KPK pada Desember 2015. Pada Juni 2016, KPK mengumumkan bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum dari pembelian tanah itu.

Ratna Sarumpaet menduga KPK dan BPK sedang diadu domba karena memiliki sikap bertolak belakang.

"Bagaimana caranya jangan berhenti di statementnya Agus. Agus bukan maha benar. Ada dua lembaga penting yang berhubungan dengan pemberantasan korupsi sedang diadu domba. Dua-duanya lembaga negara, yang satu ad hoc yang satu berdasar UU," tuturnya.

Sementara itu, Prijanto mengatakan sebaiknya BPK, KPK dan Komisi III DPR mengecek langsung ke lapangan terkait lahan Sumber Waras yang dibeli Pemprov DKI Jakarta. "Biar ketahuan batas-batasnya," kata Prijanto yang mengenakan baju putih ini.

"Secara pribadi setelah saya pelajari, faktanya porsi BPK mengatakan ada indikasi kerugian negara adalah benar. Itu yang harus kita pertahankan," kata pensiunan jenderal TNI yang pernah menjadi wagub di masa gubernur Fauzi Bowo ini.

Saat ini rombongan telah duduk di Ruang Arsip BPK menunggu kehadiran Ketua BPK Harry Azhar. Menurut anggota BPK Agung Firman Sampurna, Ketua BPK saat ini masih berada di RS di Cawang sehingga telat datang.

Bila Ratna Sarumpaet menuding Agusnisasi dalam KPK, apa bedanya dengan Ratna Sarumpaet merasa benar dan maha benar. Bukan kah itu juga Ratnanisasi? (Detik)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11