3 Ahli Dikonfrontir di Ruang Sidang, Banyak Fakta yang Memberatkan Jessica 3 Ahli Dikonfrontir di Ruang Sidang, Banyak Fakta yang Memberatkan Jessica



Liputanberita.net - Tiga saksi ahli dihadirkan secara bersama-sama di ruang sidang kasus pembunuhan Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Ketiganya mengungkapkan sejumlah fakta yang memberatkan Jessica.

Tiga saksi tersebut adalah Kasubdit Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim, AKBP Muhammad Nuh, ahli forensik dari RS Polri dr Slamet Purnomo dan Ahli Toksikologi Forensik Bareskrim Polri Kombes Pol Nursamran Subandi.

Nuh mendapat pertanyaan dari jaksa terkait gerakan Mirna di CCTV usai meminum es kopi Vietnam. Tampak Mirna mengibaskan tangan di depan mulutnya.

"Berapa lama durasi dari Mirna minum sampai pingsan?" tanya Jaksa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur Besar Raya, Rabu (10/8/2016).

Nuh mengatakan setelah meminum kopi, Mirna memegang bagian mulut dan hidung. Mirna menggerakkan tangan di depan mulut beberapa kali. Durasi dari minum sampai pingsan itu 1 menit 50 detik.

Jaksa juga bertanya kapan kira-kira waktu Jessica menaruh sesuatu yang diduga sianida di kopi Mirna. Menurut Nuh berdasarkan pemeriksaan CCTV diketahui ada waktu 4 menit saat itu kopi berada dalam 'kuasa' Jessica yakni di menit 16.29 hingga 16.33 WIB.

Keterangan waktu yang disampaikan Nuh ini hampir sama dengan keterangan ahli toksikologi Nursamran. Nursamran yang diminta penyidik untuk memeriksa gelas kopi yang di minum Mirna itu memastikan kematian Mirna karena racun sianida. Racun dimasukan ke dalam gelas kopi yang dipesan Jessica di Kafe Olivier.

Waktu perkiraan kopi dimasukkan sianida menurut Nursyamran adalah pukul 16.29 hingga 16.33 WIB. Sedangkan dari keterangan Nuh waktu sianida dimasukkan ke kopi pukul 16.29 hingga 16.30 WIB. Jaksa meminta keterangan waktu ini dicatat hakim sebagai pertimbangan.

"Ini momen yang penting Yang Mulia, tolong dicatat," pinta Jaksa.

Senada dengan kedua ahli di atas, Slamet juga mengatakan Mirna meninggal karena sianida. Melihat dari CCTV yang diputar di ruang sidang, Slamet memastikan gejala yang dialami Mirna sebelum pingsan seperti orang yang keracunan sianida.

"Kalau dilihat gejala dari CCTV ini jelas sekali gejala keracunan sianida, itu akan menyebabkan terbakarnya mulut bagian dalam dan saluran lambung. Korban terasa terbakar jauh lebih sakit dari mencoba makanan pedas," kata Slamet.

"Gejala sangat cepat dari minum kemudian mulai kerasa itu 7 detik. Itu tanda-tanda yang khas keracunan sianida yang tidak bisa disebabkan oleh sebab-sebab lain. Yakin itu adalah keracunan sianida karena ditemukan sianida di kopi tersebut," tambah Slamet.

Atas keterangan tiga saksi ahli ini, Jessica merasa keberatan. "Keterangan ahli dan kesimpulan banyak yang saya (anggap) keberatan," ujar Jessica sebelum sidang berakhir.

Jessica akan membeberkan keberatannya pada saat dirinya menjalani sidang pemeriksaan. Jessica juga tak mau bicara panjang soal sidang hari ini.

"Saya akan menjelaskan pada sidang pemeriksaan saya nanti, terimakasih Yang Mulia," ujarnya. (Detik)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11