6 Perilaku Aneh Jessica Wongso di Hari Kematian Mirna 6 Perilaku Aneh Jessica Wongso di Hari Kematian Mirna

6 Perilaku Aneh Jessica Wongso di Hari Kematian Mirna

Liputanberita.net - Pada persidangan kasus kopi sianida hari ini, ahli psikologi klinis Antonia Ratih Andjayani menyatakan, ada 6 perilaku tak lazim terdakwa Jessica Kumala Wongso yang terlihat dari rekaman CCTV Kafe Olivier, pada saat sahabatnya Wayan Mirna Salihin, meregang nyawa 6 Januari 2016 lalu.

Enam perilaku aneh itu terungkap dalam Berita Acara Persidangan (BAP) tambahan ke-8 yang disampaikan Ratih dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Keanehan pertama, kata Psikolog Universitas Indonesia itu, pada rekaman CCTV pukul 16.14.52 WIB, Jessica terlihat sedang menaruh 3 paper bagdi atas meja nomor 54, saat posisi sofa dan sekitar mejanya masih kosong.

"Momen taruh 3 paper bag di atas meja itu tidak lazim karena sofa masih kosong, disusun berbaris menyamping. Mestinya kalau orang normal, pas meja kosong ada barang belanjaan taruh di sofa atau di bawah meja," ujar Ratih.

Keanehan kedua, terpantau pada pukul 16.24 - 16.28 WIB. Saat itu pramusaji Kafe Olivier datang ke meja membawa pesanan Jessica, yaitu 2 cocktail dan 1 es kopi Vietnam.

Menurut Ratih, hal tersebut juga tidak lazim karena ketika pesanan datang, orang umumnya secara spontan menggeser segala barang di meja agar semua pesanan dapat ditaruh.

"Ketika pramusaji menghidangkan minuman, umumnya meja dalam kondisi bersih tapipaper bag dan belanjaan yang bersangkutan (Jessica) tetap ada di meja," tutur dia.

Keanehan ketiga, momen ketika Jessica terlebih dahulu close bill, di saat minuman belum dibuat dan kedua temannya, Hanie Boon dan Wayan Mirna Salihin belum tiba. Berdasarkan 20 tahun pengalaman Ratih di bidang psikologi, close bill biasanya dilakukan setelah proses tatap muka atau pertemuan berlangsung.

"Memang close bill bagi sebagian orang ada yang melakukannya, tapi biasanya dilakukan setelah silahturahmi," pungkas Antonia.

Keanehan keempat, ditemukan pada rekaman pukul 16.24.17 WIB. Pada momen tersebut, terlihat gerakan tangan Jessica membuka tas dan memindahkan gelas kopi.

Hal ini dipermasalahkan secara psikologis, mengingat pada saat pramusaji menyajikan es kopi Vietnam yang bukan milik Jessica di hadapannya, seharusnya secara otomatis Jessica meminta pramusaji untuk meletakkan es kopi ke posisi yang akan menjadi tempat duduk Mirna, atau bisa juga Jessica dengan kesadarannya menggeser es kopi Vietnam tersebut dari hadapannya.

"Karena itu (es kopi Vietnam) kan bukan pesanan Jessica, mestinya pas saat disajikan ke meja, dia bisa bilang ke pramusajinya 'itu buat teman saya, ditaruhnya di sebelah situ aja ya'. Atau orang pada umumnya langsung reflek geser kopinya ke sisi lain. Dalam kasus ini, yang bersangkutan malah taruh es kopi di depan dia," jelas Ratih.

Ketika Ratih menyampaikan keanehan ke-4, jaksa penuntut umum (JPU) sempat menanyakan analisis Ratih terkait kemungkinan alasan di balik posisi es kopi Vietnam yang diletakkan di depan terdakwa Jessica Wongso tersebut.

"Yang terhormat, menurut saya bisa saja yang pertama, karena lengah. Yang kedua, yang bersangkutan ingin saja mengamati kopinya, mungkin aja ini proses menarik untuk diamati. Dan yang ketiga, mungkin saja dia ingin es kopi itu berada di hadapan dia sebelum dipindahkan," balas Ratih.

Keanehan kelima, pada pukul 16.29-16.34 WIB, terlihat ada gerakan menengok, memindahkan posisi duduk, menunduk, dan gerakan-gerakan lain yang menggambarkan kegelisahan Jessica pada saat sedang menunggu Mirna dan Hanie di Kafe Olivier meja 54.

Dianalisis berdasarkan usia, perempuan seusia Jessica (27) semestinya membunuh waktu dengan bermain gadget, bukan sibuk menggerak-gerakkan tubuhnya.

"Kalau dilihat dari usianya, mestinya orang seumuran Jessica sibuk dengan gadget. Sibuk dengan sosial media, game, atau hal lain di gadget-nya. Itu bisa coba diuji hasilnya ke anak-anak seumurannya," jawab Ratih kepada JPU.

Keanehan keenam terlihat pada pukul 16.44 WIB. Jessica yang sudah menghabiskan cocktail miliknya tampak menyicipi cocktail yang diduga ia pesankan untuk Hanie. Menurut Ratih, perilaku Jessica ini termasuk perilaku tidak sopan dan aneh. Tidak sopan karena dia yang sudah tahu bahwa minuman tersebut dipesan untuk orang lain, tapi sengaja meminumnya.

Disebut aneh karena jika dengan kesadaran penuh Jessica tulus ingin membalas kebaikan teman-temannya, ketika ia meminum jatah orang lain, walau tidak habis, etika yang seharusnya muncul adalah memesan kembali minuman untuk temannya.

"Sebenarnya cocktail orang lain diminum, itu enggak sopan. Semestinya dia bisa memesankan ulang untuk temannya. Udah minum jatahnya Hanie, nggak dia habisin, terus dia geser minumannya," Ratih menandaskan.

"Kalaupun close bill dan dia sudah minum, mestinya dia (Jessica Wongso) tidak mencemari dengan cara dicicipi, kalaupun iya bisa pesan ulang," papar Ratih. (Liputan6)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11