Ahok Bongkar Alasan JJ Rizal Terus Serang Dirinya. Ternyata Begini Alasannya.... Ahok Bongkar Alasan JJ Rizal Terus Serang Dirinya. Ternyata Begini Alasannya....



Liputanberita.net - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa dia justru sedang membantu keberlangsungan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Dia secara rutin memberikan sebagian uang operasionalnya untuk digunakan sebagai gaji pegawai PDS H.B Jassin.

"Kalau saya enggak mau kasih gaji sama mereka, boleh enggak saya? Boleh dong. Lu bakal berhenti enggak? Pasti berhenti sendiri. Makanya justru saya takut kamu berhenti, makanya saya kasih gaji kamu, saya takut enggak ada yang rawat," ujar Basuki atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (29/8/2016).

Sejarawan JJ Rizal dan pengelola PDS H.B Jassin sebelumnya mengeluhkan dana hibah yang tidak lagi mereka terima dari Pemprov DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkannya ketika JJ Rizal mengajak ekonom senior Rizal Ramli ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin untuk menyampaikan problem kebudayaan di Jakarta saat ini.

Di mata JJ Rizal, calon Gubernur DKI siapapun itu harus memiliki orientasi kebudayaan, untuk menjadikan Jakarta kota yang "waras".

"Kalau mau ukur sebuah kota waras atau tidak, lihat saja PDS-nya. Selama ini Jakarta tidak memelihara ingatannya akan sejarah, PDS lupa dikasi dana sama Gubernur (Basuki Tjahja Purnama). Makanya sedih kalau bicara persoalan budaya di Jakarta," ujar JJ Rizal di Jakarta, Jumat, (26/8).

Gubernur Jakarta saat ini, kata JJ Rizal, tak mengenal seni dan sastra, karena tidak pernah memperhatikan pusat sastra di Jakarta.

Beda dengan Gubernur Ali Sadikin, kata Rizal, yang meskipun tegas dan keras tapi sangat memahami sastra.

"Bang Ali bergaul dengan sastrawan, pelukis. Dia juga berkelahi tapi tahu kapan harus minta maaf. Kalau gubernur sekarang kan nongkrongnya sama pengembang. Makanya dia kalau saat tampil memperlihatkan kalau tak kenal sastra," sindir Rizal.

Ia mengatakan kondisi PDS HB Jassin kini sungguh memprihatinkan.

Untuk urusan pendingin ruangan saja, para budayawan dan seniman harus urunan memperbaikinya.

Ini lantaran tidak ada perhatian atau kucuran dana dari pemerintah DKI.

Terkait hal itu, Ahok mengatakan dana hibah memang tidak bisa diberikan secara terus menerus.

Dia sudah menawarkan kepada pengelola PDS H.B Jassin agar Pemprov DKI bisa mengambil alih pusat dokumentasi itu. Namun, mereka menolaknya. Salah satu alasannya adalah takut pegawai lama tidak diperbolehkan bekerja lagi di sana.

Padahal, Ahok menjamin mereka akan tetap bekerja selama memang memiliki kinerja yang bagus.

"Maka saya minta tampung ke saya, kamu enggak mau kasih. Jadi jangan cuma ngomong, Anda cuma minta (dana hibah) Rp 2 miliar terus pesta pora, sorry. Masukin dong resmi Pemda," ujar Ahok.

Ahok pun kesal ada yang menggunakan masalah ini untuk menyerangnya. Menurut Ahok, jika mereka memang ingin mempertahankan PDS H.B Jassin, seharusnya diserahkan saja kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dia pun mengancam untuk menghentikan bantuan uang operasionalnya. Jika hal itu dilakukan, pegawai PDS H.B Jassin tidak memiliki sumber gaji.

"Pernah enggak dia ngomong gaji mereka saya yang bayar? Kurang ajar kalau gitu, besok aku stop kalau gitu, kan enggak lucu, saya juga kasian," ujar Ahok.

Jadi jelaslah sudah, semua karena uang. Jatah disetop, Ahok dimusuhi. Bagaimana menurut anda?

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11