Panglima TNI Sebut Mahasiswa adalah Pahlawan Bangsa untuk Mengalahkan Proxy War Panglima TNI Sebut Mahasiswa adalah Pahlawan Bangsa untuk Mengalahkan Proxy War


Liputanberita.net - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, mahasiswa adalah agen perubahan dan sejarah membuktikan itu.

"Cintailah bangsamu dan jangan jelek-jelekkan pemerintahmu," tegas Panglima TNI saat memberikan kuliah umum di hadapan 1.500 perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (11/8).

TNI, lanjut Gatot, tidak akan mampu melaksanakan tugas pokoknya tanpa bantuan seluruh komponen rakyat. Sejatinya kekuatan TNI adalah bersama-sama dengan para pemuda dan mahasiswa menjaga keutuhan NKRI.

"Bangsa ini bisa merdeka karena pemudanya, kemudian bangsa ini bisa lolos dari berbagai cobaan, karena pemuda dan mahasiswa, bangsa ini kedepan akan jadi bangsa pemenang," papar Gatot.

Panglima TNI juga mengajak mahasiswa untuk meraih mimpi bersama-sama.

"Jangan hanya menjadi seorang pemimpi. Kamu harus fokus terhadap mimpimu sepanjang masa dan setiap saat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh serta tetap konsisten," ucapnya.

Gatot melanjutkan mahasiswa harus optimis akan tercapai bisa meraih mimpinya dan tetap melakukan tindakan melalui belajar serta fleksibel terhadap hambatan-hambatan yang ada.


"Terus fokus terhadap mimpimu, dan mimpimu itu besar sehingga kamu tidak bisa melakukannya sendiri dan kamu harus mempunyai great network," katanya.

"Jadikan semua mahasiswa-mahasiswa ini sebagai network kamu dan bersama sama mempunyai satu visi, dan tetap harus belajar terus tentang kebersamaan dan bersosialisasi, sehingga jika semua dilakukan dengan hati maka hasilnya pasti akan meningkat," tambah Panglima TNI.

Mengakhiri kuliah umumnya, Gatot menyampaikan kekhawatirannya tentang ancaman yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia berupa proxy war.

"Disinilah peran mahasiswa yang tak lain adalah pahlawan bangsa untuk mengalahkan proxy war," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad mengatakan bahwa mahasiswa yang hadir di sini terdiri dari mahasiswa bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu (Bidikmisi), Afirmasi Pendidikan (Adik) Papua dan Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), serta Sarjana Mendidik Tertinggal Terdepan dan Terluar (SM3T) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21 yang dipusatkan di Kota Solo sejak tanggal 7-13 Agustus 2016. (rmol)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11