Pencipta Mobil Listrik Nasional, Dasep Ahmadi Divonis 7 Tahun Penjara dengan Denda 17 Milliar | Liputan Berita



Liputanberita.net - Dunia teknologi saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, mulai dari komputer, ponsel, televisi, bahkan sampai mobil. Salah satu jenis mobil yang mengalami kemajuan teknologi adalah mobil listrik. Banyak perusahaan luar negeri yang gencar membuat mobil listrik ini dan di Indonesia pun juga juga pernah membuatnya. Kalian masih ingat nggak, sama kasus mobil listrik yang gagal lulus uji emisi tahun 2013 silam? Nah, kasus inilah yang akan saya ceritakan di sini. Belum lama ini saya mendengar kabar yang nggak mengenakkan sekaligus miris, pokoknya sulit dipercaya lah.

Awal mula kasus ini terjadi pada bulan April 2013, ketika PT. Sarimas Ahmadi Pratama diminta oleh kementrian BUMN yang waktu itu dipimpin oleh Dahlan Iskhan untuk menyiapkan 16 unit mobil listrik. Mobil listrik tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan Konferensi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali bulan Oktober 2013. Bayangkan dalam kurun waktu 6 bulan tersebut Dasep Ahmadi sebagai direktur PT. Sarimas Ahmadi Pratama beserta timnya harus menyiapkan 16 mobil listrik hingga siap digunakan. Pada akhirnya dengan waktu yang sangat singkat tersebut, PT. Sarimas Ahmadi Pratama hanya mampu membuat 8 mobil listrik dan itupun tidak lolos uji emisi.

Menurut hasil pengujian, mobil listrik tersebut akan overheat jika digunakan pada kecepatan 70-80 km/jam. Dan perlu kamu tau pren, kalau biaya yang digunakan untuk membuat prototype ini memakan biaya sekitar Rp. 2 Milyar per unitnya. Biaya segitu sangatlah sedikit pren, atau bisa dikatakan sangat murah. Karena pada umumnya, membuat satu buah prototype itu membutuhkan dana yang sangat mahal, bisa berkali-kali lipat dari biaya terseebut. Dan waktunya pun ngak cepet, bahkan perlu bertahun-tahun pren. Nah ini malah cuma 6 bulan, udah gitu 16 mobil lagi.


Saya berikan contoh, buat perbandingan aja pren. Pernah denger nggak perusahaan yang bernama Tesla Motors Inc.? Perusahaan yang di pimpin oleh Elon Musk ini sudah bergerak di bidang ototmotif sejak tahun 2003. Nah, Tesla ini pertama kali membuat mobil listrik dengan nama Tesla Roadster Prototype. Dalam proses pengembangan prototype tersebut, Elon Musk mengeluarkan biaya dari kantong pribadinya sebesar 7,5 Juta Dollar, belum lagi di tambah 13 Juta Dollar dari investor lain. Dan itu pun hanya untuk membuat satu buah Roadster Prototype, sedangkan proses pembuatannya sendiri memakan waktu hingga 3 tahun.

Baru setelah prototype tersebut berhasil menarik minat masyarakat, Tesla mendapat penggalangan dana dari penggede-penggede lainnya. Seperti Founder Google dan juga Presiden eBay yang memberikan dana sebesar 40 USD, serta dana dari JP Morgan sebesar 45 USD. Dana itu semua hanya untuk biaya produksi Roadster Prototype secara massal, dan waktu yang dibutuhkan untuk produksi massal tersebut memakan waktu hingga 5 tahun. Gimana pren? Kamu bisa bayangin sendiri kan?

Namun hal tersebut tidak perhatikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), sehingga Arif Waluyo selaku ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor tetap memutuskan bahwa “Dasep Ahmadi telah melakukan tindakan memperkaya diri (korupsi) menggunakan uang negara.” Keputusan tersebut membuat Dasep di vonis hukuman 7 tahun penjara dan membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp 17,1 Milliar. Dan jika dalam tempo 30 hari uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, maka seluruh harta kekayaan Dasep akan disita. Kalau seluruh hartanya masih belum cukup juga, Dasep akan diberi tambahan hukuman penjara selama 2 tahun. Muke Gile nggak tuh? Oh ya, masih ada lagi, Dasep juga kena denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan penjara. ckckck

Dasep Ahmadi mengatakan pada media jika pembuatan mobil listrik nasional merupakan aset yang berharga bagi negara dan perlu dukungan penuh dari pemerintah. Ia juga menilai jika riset yang dilakukan masih gagal, itu merupakan hal yang wajar dan pihak-pihak yang menilai perbuatannya sebagai tindak pidana, sebenarnya belum memahami betul bidang penelitian.

Biaya 2 Milliar itu sangat jauh dari kata cukup jika kita bandingkan dengan biaya pembuatan Tesla Roadster Prototype, ya nggak pren? Kita sih nggak mengharap mobil listrik buatan Pak Dasep ini sebagus buatan Tesla. Kita tau kalau waktu dan biaya yang diberikan sangat minim, jadi kalaupun mobil listriknya kurang bagus itu adalah hal yang sangat wajar. ehh,,, ini malah bisa-bisanya dituduh korupsi, mikirnya dari mana coba? Apalagi kata Aisar yang waktu itu bekerja dengan pak Dasep bahwa “mobil tersebut sudah diuji coba oleh Kemenristek dan BPK, mobil tersebut dapat bekerja dengan baik dan tidak ada komponen yang dikurang-kurangi dari spesifikasi yang disepakati.” Hal ini dia tuliskan dalam akun facebook miliknya.

Kalau hal seperti itu dianggap korupsi, maka nggak menutup kemungkinan kalau banyak insyur atau ilmuwan-ilmuwan di negeri kita tercinta ini akan mengkerut. Nggak bakal mau deh nunjukin kualitas mereka, kalau ujung-ujungnya seperti itu, ya nggak pren? Kalau menurut kamu gimana pren? Hal ini lumrah atau memang ada indiksai korupsi? (Nasionalis.id)

Artikel Menarik Lainnya

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
close