Argumen Ahok yang Menohok Buat Amien Rais Mati Kutu Argumen Ahok yang Menohok Buat Amien Rais Mati Kutu


Argumen Ahok yang Menohok Buat Amien Rais Mati Kutu
Liputanberita.net - Doa bersama menjelang Pilgub DKI Jakarta digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9). Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais hadir dalam acara tersebut.

Amien tegas menolak mendukung bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia juga berharap Megawati Soekarnoputri tak mengusung Ahok. "Mudah-mudahan partai-partai itu merespons dengan positif," kata Amien di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9).

Saat menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Rumah Sakit Islam Sukapura, Jakarta Utara, Senin (12/9), Amien turut menyinggung soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 yang tahapannya sebentar lagi akan dimulai. Dia mengingatkan para jemaah yang hadir agar tidak salah dalam memilih calon gubernur-wakil gubernur.

"Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal," kata Amien.

Amien tak menampik bahwa yang dimaksud sebagai calon gubernur tukang gusur dan melayani kepentingan pemodal dalam khotbahnya adalah Ahok. "Saya sudah wanti-wanti kalau PAN sampai dukung Ahok, saya minta kongres luar biasa," tuturnya.

Tak berhenti, Amien kembali menyerang Ahok dalam acara rapat akbar bertajuk, "Memilih Pemimpin Yang Santun dan Pro Rakyat" di Pasar Permai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Amien Rais sebut Ahok adalah Dajal.

"Ahok ini sombongnya menyundul langit. Jadi jangan sampai nanti si Dajal ini menang," ujar Amien.

Selain itu, Amien Rais juga menyebut Ahok sombong, "Ahok ini sombongnya menyundul langit, sombong sekali. Tapi dalam sejarah tidak ada orang sombong menang," kata Amien.

Dia menilai, akan sangat berbahaya jika Ahok kembali maju menjadi DKI 1. "DKI ini kota yang penting, maka sangat berbahaya kalau kita digubernuri oleh orang yang modelnya benci sama orang kecil, yang tak cinta rakyatnya," pungkasnya.

Menanggapi itu, Ahok meminta Amien tidak menggunakan masjid sebagai sarana berpolitik. Sebab Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang kegiatan tersebut.

Menurut Ahok, MUI telah mengimbau khotbah yang menjadi salah satu bagian ibadah bagi umat muslim tidak boleh dipolitisasi untuk menyerang lawan politik.

"Tanya sama Amien Rais, sudah baca belum seruan dan himbauan dari MUI? Khotbah di Masjid jangan dipakai politik," katanya di Pasar Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9).

Mantan bupati Belitung Timur ini tidak begitu reaktif membalas serangan Amien. Alasannya, Ahok mengingat pendiri PAN ini sudah genap berusia 72 tahun.

"Tidak usah komentari, orangtua. Nanti kalau suruh dia jalan ke Monas saja bisa pingsan, apalagi jalan ke Solo. Ya tidak enak lah," katanya di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9).

Menurut Ahok, sebagai salah satu tokoh bangsa yang sudah tua perbuatan dan perkataan akan dipertanggungjawabkan masing-masing. Untuk itu, dia enggan memberikan membalas pernyataan Amien Rais.

"Oh enggak. Orangtua ya harus tanggung jawab masing-masing," tutupnya. (mdk)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11