Dana Sumbangan Rp 5 Miliar distop, Ketua Bamus Betawi Salahkan Ahok! | Liputan Berita



Liputanberita.net - Gubernur Jakarta, Ahok telah menghentikan dana hibah untuk Bamus Betawi yang dianggapnya sebagai ormas penyebar kebencian.

“Aku sih mau setop aja (dana hibah, red). Orang (Bamus Betawi) sudah main politik. Pakai mimbar Lebaran Betawi, maki-maki SARA, rasis,” tegas Ahok dikutip Liputanberita.net.

Ia menjelaskan bahwa Bamus Betawi merupakan penyebar unsur isu SARA karena menginginkan hanya orang betawi saja yang menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Itu sudah tidak sesuai. Begitu saja,” terangnya.

Bamus Betawi memang mendapatkan uang yang cukup banyak dari Pemprov DKI Jakarta yaitu antara Rp 4-5 miliar per-tahunnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketum Bamus Betawi, Zainudin menjelaskan bahwa sebenarnya tak punya maksud untuk bermain politik dengan menyebarkan isu SARA.

“Ada salah paham dari gubernur (Ahok, red). Saya kira kami bukan main politik, tapi kita tawarkan orang-orang Betawi, kita sudah putuskan, ini silakan dipakai oleh partai-partai politik. Kalau enggak ya enggak papa,” tukas Zainudin.

“Pokoknya siapapun orang betawi yang maju, saya sebagai Ketua Umum Bamus Betawi ya bukan sebagai (politisi) Golkar, saya mendukung,” lanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.