Ketika SBY Jilat Ludah Sendiri : Kaum Politisi Jangan Goda TNI dan Polri Terjun ke Politik Praktis! Ketika SBY Jilat Ludah Sendiri : Kaum Politisi Jangan Goda TNI dan Polri Terjun ke Politik Praktis!


Ketika SBY Jilat Ludah Sendiri : Kaum Politisi Jangan Goda TNI dan Polri Terjun ke Politik Praktis!
Liputanberita.net - Dalam politik semua hal bisa saja terjadi, termasuk jilat ludah sendiri. Tahun 2015 yang lalu SBY pernah berpesan kepada kaum politisi agar jangan menggoda TNI dan Polri untuk terjun ke politik praktis.

Namun pada kenyataannya malah SBY sendiri yang melanggar pesannya tersebut, sungguh ironis. Berikut adalah kutipan dari Detik, tahun 2015 yang lalu.

Netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu sudah diatur tegas dalam konstitusi, namun tetap saja menjadi daya tarik dalam pemilu. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan soal pentingnya netralitas tersebut.

"Kepada jenderal, laksamana, tidak boleh tergoda dan memasuki wilayah politik kekuasaan. Kaum politisi jangan pula menggoda, menarik-narik perwira polisi dan TNI masuk ke wilayah politik praktis sehingga akhirnya mengingkari sumpah dan ikrar profesionalismenya kepada negara," kata SBY.

Hal itu disampaikan dalam bedah buku 'Transformasi TNI' karya Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di kantor CSIS Jalan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Hadir mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Mantan Kepala Staf AL Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Wakasad Let Purn TNI Kiki Syahnakri, mantan Seskab, Andi Widjajanto, CEO Polmark Indonesia Eep Saefulloh, Direktur Imparsial Al'araf, pengamat Ikrar Nusa Bakti dan lainnya.

SBY mengatakan, berhentinya TNI dan Polri dari politik praktis dan politik kekuasaan, kemudian kembali kepada peran tugas dan fungsinya sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan negara, adalah amanah, pilihan dan hasil sejarah.

"Tak mungkin kita memutar kembali jarum jam. Jangan mempermainkan Tuhan," tegasnya menyampaikan pesan.

"Tidak usah khawatir teman-teman, transformasi akan terus berjalan. Mari kita saling mengingatkan agar tidak ada godaan dari kedua belah pihak," imbuhnya.

Sementara konsultan politik Eep Saefulloh sebelumnya mengatakan bahwa keikutsertaan TNI dalam politik praktis seperti 'hantu'. Meski diatur konstitusi, pada realitasnya di daerah masih ada yang sulit menjaga netralitas.

"Saya banyak turun ke daerah masih banyak temukan praktik-praktik itu. Kalau Kodam mungkin orang sangat hati-hati, tapi Korem orang punya ruang untuk bermanuver," ujar Eep.

"Ketika incumbent berkawan baik membina hubungan tahunan (dengan TNI/Polri), bisa melakukan itu, dan data itu bukan tidak ada," imbuhnya. (dtk)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11