Mahfud MD: Karena Kebodohan, Orang Percaya Dimas Kanjeng Bisa Gandakan Uang | Liputan Berita


Mahfud MD: Karena Kebodohan, Orang Percaya Dimas Kanjeng Bisa Gandakan Uang
Liputanberita.net - Sejumlah elit politik dan jenderal kabarnya menjadi pengikut sosok kontroversial Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pemilik sebuah pesantren di Probolinggo, Jawa Timur.

Salah satu tokoh yang pernah berhubungan dengan Dimas Kanjeng adalah guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mahfud MD.

Mahfud MD diberitakan sempat mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng, dalam kapasitas sebagai ketua Tim Kampanye pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014.

Menurut Mahfud, sejak awal dirinya tidak percaya soal ketokohan Dimas Kanjeng. Dimas Kanjeng tidak layak mempunyai santri. “Menurut saya? Dimas itu bukan sekelas kyai, tak layak punya santri dalam arti ponpes. Dia harus dihukum kalau benar menggandakan uang seperti pengakuannya,” tegas Mahfud di akun Twitter ‏@mohmahfudmd.

Bahkan Mahfud mengungkapkan sikap Marwah Daud Ibrahim yang sangat mempercayai Dimas Kanjeng. “Beliau (Marwah Daud-Red) bercerita dengan keyakinan penuh dan tak mungkin dinasihati. Saya dan Pak Hilal Hamdi menertawainya. Saya tak mau diajak lagi, cukup sekali,” ungkap @mohmahfudmd.

Soal kasus Dimas Kanjeng, @mohmahfudmd menyimpulkan: “Ya lah. Hanya dua kesimpulan dalam kasus Dimas itu. Pertama, kejahatan. Kedua, kebodohan dari orang yang percaya dan minta menggandakan uangnya.”

Dimas Kanjeng ditangkap aparat Polda Jawa Timur di padepokan miliknya pada 22 September 2016 terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap dua orang santrinya. Dimas Kanjeng diduga memerintahkan anak buahnya bernama Wahyu untuk menghabisi Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

Tak hanya itu, Dimas Kanjeng bisa didakwa kasus penipuan dan pencucian uang, pasalnya Dimas Kanjeng dikenal sebagai guru spiritual yang bisa menggandakan uang. Dimas bahkan telah menganggap dirinya sebagai Raja Baru Nusantara. (it)

Artikel Menarik Lainnya

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
close