Pertama dalam Sejarah Dunia, Berkat Jokowi Tax Amnesty di RI Tertinggi dari Berbagai Aspek Pertama dalam Sejarah Dunia, Berkat Jokowi Tax Amnesty di RI Tertinggi dari Berbagai Aspek


Pertama dalam Sejarah Dunia, Berkat Jokowi Tax Amnesty di RI Tertinggi dari Berbagai Aspek
Liputanberita.net - Wajib pajak sangat antusias mengikuti tax amnesty. Ini bisa dilihat pada periode I Tax Amnesty yang berlangsungsejak Juli hingga September ini.

Bahkan, tax amnesty di Indonesia dinilai sebagai salah satu yang tersukses di dunia.

"Sekarang ini dunia malah memberikan apresiasi terhadap bangsa Indonesia. Dan ini adalah pertama kali dalam sejarah dunia, tax amnesty itu tertinggi baik dalam aspek apapun, tebusannya, jumlah total deklarasi, repatriasinya, kemudian juga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Pramono Anung di kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

Meski demikian, Pramono mengatakan pemerintah tak mempermasalahkan jika kebijakan itu diprotes, termasuk jika harus ditinjau ulang lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau kemudian mereka mau, silakan saja kalau mau judicial review. Jadi menurut kami suara itu boleh-boleh saja. Tapi kan ini untuk kepentingan bangsa yang lebih besar," kata Pramono.

Sebagai informasi, berdasarkan data statistik tax amnesty Ditjen Pajak,http://pajak.go.id/statistik-amnesti, hingga pukul 14.30 total deklarasi harta telah mencapai Rp 2.798 triliun. Rinciannya, deklarasi harta dalam negeri mencapai Rp 1.906 triliun.

Deklarasi luar negeri mencapai Rp 773 triliun, dan Rp 120 triliun telah dibawa pulang (repatriasi) ke Indonesia. Sedangkan realisasi uang tebusan yang sudah dibayar ke bank berdasarkan SSP (Surat Setoran Pajak) yang masuk, telah mencapai Rp 89,9 triliun

Sedangkan komposisi uang tebusan berdasarkan SPH (Surat Pernyataan Harta) mencapai Rp 69,6 triliun. Mayoritas uang tebusan berasal dari wajib pajak (WP) orang pribadi non UMKM.

Uang tebusan WP orang pribadi non UMKM mencapai Rp 60,6 triliun. Kemudian, uang tebusan dari WP badan non UMKM sebesar Rp 6,67 triliun.

Berikutnya, uang tebusan dari WP orang pribadi UMKM sebesar Rp 2,16 triliun, dan WP badan UMKM Rp 90,2 miliar. (dtk)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11