Bertahun-tahun Dikunci, Kotak Ajaib Pemberian Dimas Kanjeng ini dibuka, Isinya Mencengangkan! Bertahun-tahun Dikunci, Kotak Ajaib Pemberian Dimas Kanjeng ini dibuka, Isinya Mencengangkan!


Bertahun-tahun Dikunci, Kotak Ajaib Pemberian Dimas Kanjeng ini dibuka, Isinya Mencengangkan!
Liputanberita.net - Kasianto, warga Jalan Tambak Asri XV/6, Surabaya, meninggal pada Maret 2015 lalu. Dia meninggalkan sebuah kotak dari Dimas Kanjeng. Belakangan kotak itu dibuka. Ternyata isinya uang asing, jimat, dan emas palsu.

Saat bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng pada tahun 2012, Kasianto berusia 49 tahun. Menurut istrinya, Gunarsih, dia aktif setor mahar. Total mahar berjumlah Rp 300 juta. Hingga saat ini uang itu tidak kembali.

Gunarsih mengatakan suaminya pernah membawa sebuah kotak kayu dari Probolinggo. Kotak kayu berwarna cokelat itu dilarang dibuka oleh suaminya hingga waktu yang ditentukan. Setelah Kasianto meninggal, kotak kayu itu belum juga dibuka. Gunarsih beberapa hari lalu akhirnya membuka kotak kayu berukuran sekitar 15x10 cm tersebut.

Setelah dibuka, didapati di dalamnya ada perhiasan berwarna emas. Ada kalung, gelang, dan jam. Ada juga sebuah kantong berwarna merah. Terdapat juga uang dollar, baht, won, selendang warna hijau, jimat, ID card padepokan, batu perhiasan. Ditemukan juga sebuah keris kecil yang jika disarungkan akan membentuk sebuah tongkat komando.

"Kotak itu katanya berisi emas setengah kilogram. Tapi saya tak percaya. Dari warnanya saja terlihat itu palsu. Emas itu kan juga berat, itu enteng," kata Gunarsih di rumahnya, Senin (3/10/2016).
Bertahun-tahun Dikunci, Kotak Ajaib Pemberian Dimas Kanjeng ini dibuka, Isinya Mencengangkan!
Atas kesepakatan keluarga, apa yang dialami oleh Kasianto dilaporkan ke polisi. Yang melapor adalah adik Kasianto yakni Winu Sunarsono.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Laporan itu akan dikoordinasikan dengan Polda Jatim yang menangani kasus penipuan tersebut.

"Korban ini merupakan korwil atau bisa disamakan dengan bupati/walikota," kata Takdir.

Takdir meminta agar warga yang pernah bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng dan merasa tertipu agar segera melapor. "Silakan melapor jika merasa dirugikan," tandas Takdir. (dtk)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11