Habiskan Rp 29,3 M untuk Sosialisasi, Sandiaga: Demokrasi Kita Mahal Habiskan Rp 29,3 M untuk Sosialisasi, Sandiaga: Demokrasi Kita Mahal


Habiskan Rp 29,3 M untuk Sosialisasi, Sandiaga: Demokrasi Kita Mahal
Liputanberita.net - Bakal calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menantang bakal cagub petahana Basuki T Purnama (Ahok) untuk transparan terkait dana yang digunakan untuk kepentingannya menuju kontestasi Pilgub DKI 2017. Sandiaga mengaku sudah menghabiskan Rp 29,3 M untuk sosialisasi. Dia menyebut demokrasi di Indonesia tidak murah.

"Banyak yang menyatakan kalau demokrasi kita sangat tidak efisien, mahal, baik dari jumlah biaya maupun sumber daya yang digunakan dan juga sumber daya manusia. Sehingga banyak elemen-elemen bangsa putera-puteri terbaik bangsa, terkendala masuk ke dunia politik karena terkendala masalah mahalnya biaya berdemokrasi," kata Sandiaga dalam jumpa pers di Posko Melawai Blok M Jalan Melawai Raya Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (13/10/2016).

"Dan selama 12 bulan saya nyatakan memang sangat betul bahwa yang menjadi perspektif atau anggapan segenap masyarakat ternyata mahal demokrasi kita," sambungnya.

Ke depan Sandiaga berkomitmen untuk membuat birokrasi lebih efisien. Dia berharap dengan biaya yang lebih efisien maka terbuka kesempatan luas bagi siapa saja putera-puteri bangsa yang ingin terjun ke politik.

"Jadi 87% dana tersebut jatuh di kegiatan observasi sosial dan akseptabilitas termasuk kegiatan selama puasa, kegiatan sosial, penyuluhan, pelatihan blusukan, dan kegiatan menyentuh aspirasi masyarakat. Kemudian dananya jatuh ke teritori jaringan dan logistik sebesar 6-7% dan untuk advokasi sebesar Rp 1,8 M atau 7%," jelas dia.

"Dana yang diaudit meliputi biaya observasi sosialisasi dan akseptabilitas dan kegiatan di 500 titik di 267 kelurahan dan kecamatan di Jakarta," imbuhnya.

Sandi mengucapkan terima kasih kepada parpol-parpol yang sebelumnya melakukan komunikasi dengan dia, sampai akhirnya diusung sebagai bakal cawagub oleh Gerindra dan PKS berpasangan dengan Anies Baswedan.

"Selama 12 bulan ada 7 partai yang saya aktif berkomunikasi, PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, PKB, dan PAN adalah mitra yang sangat baik dan sangat berkomitmen terhadap pembangunan demokrasi Indonesia," terang Sandi.

"Saya ingin menyatakan tidak ada serupiah pun dana yang diminta parpol dan diberikan dan dikategorikan sebagai mahar oleh parpol tersebut," imbuhnya. (dtk)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11