Jelang Pilgub DKI, Polisi Tangkap 586 Orang yang Terlibat Aksi Premanisme | Liputan Berita


Liputanberita.net - Pihak Polda Metro Jaya melakukan razia atau pembersihan premanisme di wilayah Jakarta dan sekitarnya jelang Pilkada Serentak 2017. Dari hasil operasi selama tiga hari dalam rentang waktu 29 September sampai dengan 1 Oktober 2016, polisi berhasil menangkap 586 orang terkait aksi premanisme.

"Jelang Pilkada, kepolisian untuk melindungi dan menjaga ketertiban masyarakat melakukan pemberantasan aksi premanisme. Dari tiga hari (29 September sampai 1 Oktober 2016) kami menangkap 586 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).

Awi mengungkapkan, hampir 80 persen dari mereka yang ditangkap akan diberikan pembinaan. Hanya 45 orang yang ditetapkan menjadi tersangka, 43 orang di antaranya ditahan.

"Tersangka yang ditahan 43 yang tidak ditahan ada 2. Yang dilakukan pembinaan 541 orang," ungkapnya.

Aksi premanisme tersebut terdiri dari berbagai tindakan di antaranya, pemerasan, penjambretan, pencurian, perjudian, penganiayaan, dan pencopetan. 45 orang yang ditahan, kata Awi, adalah mereka yang melakukan beberapa kasus yang dinilai berat.

"Dari 45 orang terdiri dari 30 kasus yang bisa dilanjutkan adalah 3 kasus anirat (penganiayaan berat), 3 kasus pemerasan, 1 kasus pecah kaca, 1 kasus copet, 4 kasus pencurian dengan tindak kekerasan, 7 kasus pencurian dengan pemberatan, 2 kasus judi dan 9 kasus lain-lain," papar Awi.

Awi menambahkan, operasi pembersihan premanisme akan dilakukan sampai satu bulan ke depan. Jika memang operasi ini efektif akan dilakukan perpanjangan waktu operasi sampai waktu tertentu.

"Kita melakukan pentahapan, kita melihat ancamannya seperti apa, kebutuhannya berapa personel. Ini kan hajat daerah walaupun serentak kita Polda Metro Jaya operasi di berbagai tempat dari mulai DKI, Bekasi termasuk Tangerang," ungkap Awi.

"Nanti kita evaluasi untuk menciptakan situasi kantibmas (keamanan, ketertiban masyarakat) agar aman. Nanti kita evaluasi kalau efektif kita akan lanjutkan," sambung dia.

Berikut barang bukti yang disita polisi selama operasi pembersihan premanisme:
  • Uang: Rp 6.100.300
  • Senpi: 1 air soft gun
  • Senjata tajam: 6 bilah
  • Curanmor roda dua dan roda empat: 8 unit
  • Handphone: 9 unit
  • Miras: 88 botol 
  • Lain-lain: 1 gergaji, 2 cuter, 2 set domino, 1 topi, 1 cincin berlian, 1 cincin emas, 3 travo las listrik, 3 ATM, 1 modem, 1 set kunci rumah, 1 batang bambu, 1 sepeda federal, 1 silet, pecahan botol, 1 gitar, 2 ekor ayam, 2 gunting. (dtk)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.