Kapolda Siapkan 8000 Personel, Habib Rizieq: “Jangan halangi kami, bisa terjadi kerusuhan” | Liputan Berita


Kapolda Siapkan 8000 Personel, Habib Rizieq: “Jangan halangi kami, bisa terjadi kerusuhan”
Liputanberita.net - Puluhan pimpinan ormas Islam beserta Imam Besar FPI, Habib Rizieq menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI guna menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Di pertemuan yang diadakan itu, Rizieq mengaku bahwa pihak dirinya ingin melakukan unjuk rasa pada (2/11) nanti.

Baca juga : Amankan Pilkada, Tito Minta Anak Buah Sikat informasi SARA & Provokatif

Dia menuturkan aksi tersebut supaya penegakan hukum pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat dilakukan. Karena, menurut Riziq, pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51 beberapa lalu itu telah melukai umat Islam.

“Aksi 4 November murni jihad sesuai konstitusional. Aksi itu bukan untuk SARA bukan untuk Anti Cina, tapi murni penegakan hukum,” ucap Rizieq dikutip OkTerus.com dari laman Tribunnews.

Rizieq juga menghimbau aparat pada kesempatan tersebut untuk tidak menghadang peserta unjuk rasa ke Balai Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Rizieq turut meminta agar aparat penegak hukum tidak menghalangi peserta demonstrasi untuk datang ke Balai Kota.

Apabila para pendemo dihalangi, perlawan mungkin saja terjadi.

“Kami sudah sampaikan ke Kapolda dan Pangdam jangan coba menghadang dan menghalangi kami. Kalau dihadang dan dihalangi bisa terjadi kerusuhan,” tandas Rizieq.

Polisi Persiapkan 8000 Personel

Sebanyak 8 ribu personel polisi sudah dipersiakan oleh Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa terhadap Ahok pada hari Jumat 4 November mendatang.

“Tanggal 4 kita maksimal, ada 8 ribu personel di lapangan. Kemungkinan massa jauh lebih besar dan mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” ucap Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan.

Kapolda juga meminta agar massa yang melakukan aksi demonstrasi untuk tertib dan aman, terlebih lagi dalam masa kampanye Pilkada DKI saat ini demo tersebut akan dilakukan.

“Yang jelas bagi masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa, saya mengimbau sama-sama menjaga Ibu Kota karena barometer indonesia,” pungkas Iriawan.

Demonstrasi yang terjadi di Jakarta akan menjadi tolak ukur daerah lain dari segi ketertiban dan keamanan.
“Kalau ada apa-apa di Jakarta maka akan menjadi acuan kota-kota lainnya,” tambah Iriawan.

Dia juga mengingatkan para pengunjuk rasa agar tidak terjadi aksi anarkis dan terhindar dari provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan Ibu Kota.

“Boleh saja menyampaikan pendapat, tapi kan tidak boleh anarkis. Ingat kalau ada orang-orang yang akan melakukan anarkis para pengunjuk rasa jangan terpengaruh,” ujarnya.

Baca juga : Pesan Kapolda Metro Jelang Pilgub DKI: Provokator Berhentilah!

Iriawan juga menyatakan bahwa dari pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Habib Rizieq untuk berdiskusi. Dalam diskusi tersebut, Habib Rizieq telah memberikan jaminan aksi unjuk rasa itu akan berjalan aman.

“Habib menjamin unjuk rasa akan tertib, aman dan terkendali,” jelas Irjen Iriawan.

Selain melakukan pertemuan dengan Habib Rizieq, pihak kepolisian juga bertemu dengan perwakilan sejumlah massa yang akan berdemo di depan Istana Merdeka nantinya. Terdapat beberapa kesepakatan yang telah disepakati oleh FPI dan para pimpinannya tersebut.

“Kita bukan perjanjian, kita diskusi. Karena menurut yang disampaikan Habib Rizieq, dia akan memimpin,” pungkas Iriawan. (tn)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.