Ketum PBNU Curiga Demo 4 November Cuma Kedok untuk Agenda Lebih Besar, Apa Itu? Ketum PBNU Curiga Demo 4 November Cuma Kedok untuk Agenda Lebih Besar, Apa Itu?


Ketum PBNU Curiga Demo 4 November Cuma Kedok untuk Agenda Lebih Besar, Apa Itu?
Liputanberita.net - Front Pembela Islam bersama sejumlah organisasi massa lainnya berencana menggelar aksi turun ke jalan pada Jumat 4 November 2016 mendatang.

Aksi bertajuk “Aski Bela Islam II” itu berisi agenda utama yakni mendesak pengusutan kasus dugaan penistaan Alquran yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca juga : PBNU Rilis Pernyataan Sikap Soal Demonstrasi 4 November 2016, Ini Isi Lengkapnya

Menjaga aksi tetap berjalan tertitb, Polda Metro Jaya mengaku akan mengerahkan 7000 personelnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Said Aqil Siradj mengingatkan, jangan sampai aksi demonstrasi itu ditunggangi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat kerusuhan di Indonesia.

Said khawatir demo ini bukan hanya persoalan pernyataan Ahok saja yang diduga menghina umat Islam terkait surat Al Maidah ayat 51. Namun, jauh lebih besar agendanya seperti upaya makar terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Yang saya khawatirkan ditunggangi pihak ketiga yang kepentingannya lebih besar daripada sekadar kepentingan pilgub. Ini demonya bukan sebatas pilgub, tapi (diduga) lebih dari itu,” kata Said di kantor PBNU, Jumat (28/10).

Dia mengatakan, curiga atau khawatir boleh-boleh saja jika target demo bukan hanya masalah pilgub tapi jauh lebih besar dari itu.

“Nanti bisa seperti Syiria, Irak, Afghanistan. Na’udzubillah, jangan sampai,” kata Said.

Karenanya Said tegas melarang elemen NU ikut demo. Dia menegaskan, jika ada yang ingin ikut demo maka jangan membawa atribut NU, baik Gerakan Pemuda Anshor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan lainnya.

“Tidak ada, saya larang,” tegas Said.

Lebih lanjut Said mengatakan aksi demonstrasi itu bisa mengancam stabilitas jika menimbulkan kerusuhan atau kerusakan.

Menurut dia, kalau demonya bermartabat, damai, itu merupakan dinamika negara berdemokrasi dan tidak dilarang.

“Tapi kalau demonya sampai menimbulkan kerusakan, itu yang tidak boleh dan agama melarang,” pungkas Said. (jp)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11