Polda Jatim Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Kasus Dimas Kanjeng | Liputan Berita


Polda Jatim Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Kasus Dimas Kanjeng
Liputanberita.net - Polda Jawa Timur (Jatim) membentuk tim khusus untuk menangani tiap kasus yang diarahkan kepada Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pembentukan tim ini dilakukan agar penanganan semua kasusnya bisa fokus.

"Jadi kalau nanti ada yang lapor kasus penipuan yang penipuan yang kita fokuskan. Maka kita bentuk tim-tim, mana kasus ini yang masuk kasus tim pembunuhan, mana kasus penipuan dan mana masuk kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji usai menghadiri rapat Forkopimda Provinsi Jatim dengan Forkopimda se-eks Karesidenan Besuki di Hotel Cempaka, Jember, Jumat (14/10/2016).

Menurut Anton, jumlah tim yang dibentuk ini tidak terbatas, tergantung perkembangan yang terjadi di lapangan. Karena dari proses penyidikan itu, nanti akan dapat ketahui perkembangannya.

"Tergantung perkembangan ini, karena dari penyidikan inilah kita akan berkembang terus," katanya.

Mengenai pengikut Taat Pribadi yang hingga kini masih bertahan di padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Anton menilai itu merupakan hak tiap warga negara.

"Itu adalah hak tiap warga negara. Dia mau berada di situ atau segala macam, kita hanya bisa memberi pengertian. Perkara gimana nanti, misal makan atau tidak kan urusan dia sendiri," ujar Anton.

Polda Jatim, lanjut Anton, juga terus menyelidiki penyebab kematian jenazah yang makamnya ditemukan di kompleks padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Jika nantinya ditemukan unsur pidana, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Karena ini kan memang berawal dari kasus pembunuhan. Dari kasus pembunuhan ini akan kita uji. Akan kita bongkar, nah apa penyebab kematiannya," kata Anton.

Dalam upaya menguak penyebab kematian itulah, lanjut Anton, polisi melakukan pembongkaran makam. Bahkan akan melakukan autopsi terhadap jenazah. Keluarga korban juga akan dilibatkan dalam proses tersebut.

"Apakah ini mati wajar atau tidak, nah keluarganya siapa, harus kita hubungi juga kan. Oleh karena itu kita harus minta izin," jelas Anton.

Sejauh ini, sebanyak 6 makam ditemukan di kompleks padepokan Dimas Kanjeng. Dari keenam makam itu, tiga makam sudah dibongkar dan jenazah sudah dibawa pulang pihak keluarga.

Mengenai dugaan masih banyaknya korban penipuan ketua padepokan, Taat Pribadi, yang enggan melapor, Anton menegaskan hal itu merupakan hak setiap warga negara. Pihaknya tidak bisa memaksa. Namun jika ada laporan masuk, Anton memastikan akan menindaklanjuti.

"Mau lapor atau tidak itu kan hak setiap warga negara dong. Kalau kita kan nanti hanya menindaklanjuti berkaitan dengan apa. Kalau laporannya penipuan ya kasus penipuannya yang kita tangani," tegas Anton. (dtk)

Artikel Menarik Lainnya

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
close