Salah Satu Pengikut Dimas Kanjeng Asal Kalimantan Barat Tewas di Padepokan Salah Satu Pengikut Dimas Kanjeng Asal Kalimantan Barat Tewas di Padepokan


Salah Satu Pengikut Dimas Kanjeng Asal Kalimanta Barat Tewas di Padepokan
Liputanberita.net - Sebanyak 16 orang warga Sui Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat bergabung di Padepokan Dimas Kanjeng. Salah satu dari mereka bernama Waris, warga Gang Gusti Khaidir yang meninggal dunia di padepokan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi mengatakan berita meninggalnya Waris diperoleh dari Hartono alias Tono (50). Tono merupakan tetangga Waris yang saat ini masih berada di padepokan Dimas Kanjeng.

"Menurut Tono, almarhum meninggal karena penyakit asma dan diabetes militus atau kencing manis. Tono merupakan satu rombongan dengannya, di mana rombongan yang lain sebanyak dua orang sudah kembali ke Sui Pinyuh, masing-masing adalah Junaidi ibrahim (46) dan Abu Bakar (42)," kata Kombes Suhadi, Selasa (4/10/2016).

"Ada satu keluarga asal Kalimantan Barat, masing-masing Sukarno selaku pimpinan kelompok, Tri Nengsih, Sulastri dan Tri Margono. Ketiganya anak Sukarno. Abdul Muin dan Nasrin, keduanya tinggal di Gang Masjid RT/RW 004/002. Hajjah Azizah bersama dua Cucunya masing-masing Zainudin dan Rangga tinggal di Gang Pancasila Luar Sui Pinyuh dan Slamet," lanjutnya.

Selain itu ada pula Mumajat beserta kedua anaknya, Yadi dan Surya yang belum kembali ke Kalimantan Barat. "Jadi saat ini warga masyarakat Kalimantan Barat asal Sui Pinyuh yang masih tertinggal di Padepokan Dimas Kanjeng ada 15 orang, dua orang telah kembali dan seorang meninggal dunia," ucap Kombes Suhadi.

Rumah Mumajat, sambung Suhadi saat ini disita oleh Credit Union. Penyitaan itu kemungkinan karena Mumajat meminjam uang untuk digandakan di Padepokan Dimas Kanjeng Pimpinan Taat Pribadi.

"Pihak Kepolisian Polda Kalbar akan memberi masukan kepada penyidik Polda Jatim untuk mendalaminya termasuk kematian almarhum Waris, apakah memang meninggal karena sakit atau ada penyebab lain," imbuhnya.

Polda Kalbar juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh Taat Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng segera melapor. Untuk selanjutnya laporan tersebut ditindak lanjuti. (dtk)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11