Sarjana Berusia 69 Tahun Ini Jadi Viral, Kisah Perjuangannya Saat Kuliah Mengharukan Sarjana Berusia 69 Tahun Ini Jadi Viral, Kisah Perjuangannya Saat Kuliah Mengharukan


Sarjana Berusia 69 Tahun Ini Jadi Viral, Kisah Perjuangannya Saat Kuliah Mengharukan
Liputanberita.net - Kisah kakek berusia 69 tahun ini menjadi viral.

Dia baru saja meraih gelar sarjananya.

Siapa yang tak mau menjadi seorang sarjana.

Banyak orang berjuang dan berusaha keras untuk mendapat gerlar strata satu ini.

Satu diantaranya ialah kakek ini.

Di usianya yang menginjak 69 tahun, dia berhasil meraih gelar tersebut.

Anaknya, menuliskan kisah perjuangan itu lewat akun Facebook Onny Hazwani.

Dalam postingan itu, dia menuturkan bagaimana kerasnya perjuangan sang ayah untuk merebut gelar tersebut.

Mulai dari cara mengingat sampai mengirim email.

Begini kisah yang ditulis :

"Ini ayah saya,

Sebentar lagi, usia ayah saya genap 69 tahun.

Ia memiliki istri, lima orang anak, dan 12 orang cucu.

Saat muda, ayah tak memiliki kesempatan menikmati pendidikan tinggi karena kondisi ekonomi tak mengizinkan.

Menurut ibu, semangat ayah sangat tinggi.

Saat memiliki dua orang anak, ayah mengambil sertifikat MCE (setara SMA).

Ia kemudian berhenti dari tentara dan memilih bekerja di sekolah.

Meski kakak-kakak saya sudah bekerja, namun setelah pensiun, ayah masih bekerja di tempat lain.

Itu semua ia lakukan demi membiayai saya yang masih sekolah.

Setelah saya menyelesaikan pendidikan saya, ayah langsung mendaftarkan dirinya dalam program gelar jarak jauh di University of Science Malaysia.

Alhamdulillah. Semangat ayah yang kuat telah dibuktikan dengan gelar yang ayah dapat hari ini (25/10).
Sarjana Berusia 69 Tahun Ini Jadi Viral, Kisah Perjuangannya Saat Kuliah Mengharukan
Saya sangat menyesal karena tak bisa hadir menyaksikan ayah naik ke atas panggung menerima segulung ijazah karena tuntutan pekerjaan dan anak yang masih kecil.

Selesai bekerja, langsung saja saya membuka WhatsApp dan menerima kabar bahagia tersebut.
Saya menangis, terharu...

Kenapa saya begitu bangga dan haru?

Saya teringat saat awal-awal ayah mulai belajar.

Karena ayah mengambil program jarak jauh, kebanyakan tugas harus dikirim secara online via email.

Ayah bukanlah seseorang yang pandai menggunakan komputer. Saya harus mengajarinya menggunakan laptop.

Saya mengajari ayah perintah-perintah standar, seperti save, print, download, upload, email, set password, dan sebagainya.

Saya tidak tinggal bersamanya.

Saat akhir pekan tiba, ayah biasanya akan minta tolong cara menggunakan laptop.

Bila saya tak pulang, ayah rela menelpon agar saya dapat mengajarinya.

Terkadang saya harus mengajarinya berulang-ulang, karena ayah sering lupa.

Oleh karena itu saya sangat bangga ketika ia akhirnya berhasil menggenggam segulung ijazah yg ia impikan selama ini.

SELAMAT AYAH!

Semoga keberhasilan ayah menginspirasi anak muda yg lainnya.

Usia bukan penghalang menimba ilmu.

"Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat".

Begitu kisah yang dituliskan.

Tak ayal, postingan ini sudah 6.191 kali dibagikan dan mendapat 35 ribu like. (tn)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11