Sindir Pengguna Medsos, Jokowi: Saat Ini Banyak Rakyat yang Mudah Mengumpat dan Mencela Orang Lain Sindir Pengguna Medsos, Jokowi: Saat Ini Banyak Rakyat yang Mudah Mengumpat dan Mencela Orang Lain


Sindir Pengguna Medsos, Jokowi: Saat Ini Banyak Rakyat yang Mudah Mengumpat dan Mencela Orang Lain
Liputanberita.net - Presiden Joko Widodo menyatakan Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat selain dari sisi kualitas dan syiar juga harus mampu membumikan Al-Qur’an.

Apalagi Indonesia adalah negara Islam terbesar dunia sekaligus negara demokratis ketiga terbesar dunia. "Sehingga Al-Quran lebih mudah dipahami dan dilaksanakan," kata Presiden Joko Widodo pada pembukaan MTQ di Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam, 30 Juli 2016.

Presiden Jokowi mengatakan tujuan utama MTQ adalah prestasi. Namun, yang lebih utama adalah syiar bagaimana membumikan Al-Qur’an. Menurut Jokowi, muslim harus menjadikan Al-Qur’an sebagai nafas, pegangan hidup, dan kepribadian.

"Saat ini masih banyak rakyat yang mudah mencela, mudah mengumpat, dan mudah menjelek-jelekan orang lain," ucap Jokowi. Ia menegaskan, ungkapan pedas ujaran kebencian yang asal bunyi bertebaran luar biasa di ranah media sosial.

Ungkapan itu semakin mudah sewaktu terjadi konstelasi politik dalam pemilihan gubernur, bupati, wali kota, legislatif, dan presiden. "Kandidat lain tidak lagi dilihat sebagai sahabat, teman, dan partner tapi dilihat sebagai musuh.

Dihabisi," katanya. Jokowi mengatakan, mereka lupa tidak melihat ada api yang menunggu, menyala-nyala membakar sampai ke hati. "Saya berharap hakekat dan makna tujuan MTQ dapat membuat Al-Qur’an dipegang teguh, dihayati, diresapi, diamalkan."

Kata Jokowi, bila pada saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia dan sumber pembelajaran Islam dunia, negara lain harus sudah melihat Islam dari Indonesia. "Karena Islam di Indonesia sudah menjadi resep obat yang paten yaitu Islam yang wasatiyyah, Islam moderat," ucap Jokowi.

Negara lain, seperti yang dikatakan Jokowi, masih mencari formula. Karena itu ia sudah mengeluarkan peraturan presiden pendirian Universitas Islam Internasional.

Adapun Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, menyatakan tidak hanya umat Islam saja yang bersuka cita diselenggarakannya MTQ Tingkat Nasional ke-26 di Mataram, tapi seluruh masyarakat.

Umat Kristiani dan Hindu ikut bersuka cita dan memberikan kontribusinya. Misalnya kelompok Pecalang Hindu turun membantu pengamanan. Etnis Tionghoa membantu ribuan lampu lampion yang dipasang sepanjang dua kilometer di jalan Langko hingga Jalan Pejanggik.

"Saya juga menerima sepucuk surat dari pendeta dan sekretarisnya yang menyebutkan, '’Kami mendukung sepenuhnya MTQ ini. Apa yang diperlukan dan kepada siapa kami menghubungi'," kata Zainul Majdi yang mengutip isi surat tersebut sewaktu menyampaikan laporan.

Hadir dalam MTQ ini para pemuka agama Islam dari 13 negara yang merupakan peserta Konferensi Islam sedunia yang penyelenggaraannya bersamaan dengan perhelatan MTQ Nasional tersebut. (tp)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11