5 Alasan Kenapa Doraemon Gak Boleh Ditonton Anak Kecil..!! 5 Alasan Kenapa Doraemon Gak Boleh Ditonton Anak Kecil..!!


5 Alasan Kenapa Doraemon Gak Boleh Ditonton Anak Kecil..!!
Liputanberita.net - Doraemon merupakan salah satu film kartun yang paling banyak digemari anak-anak. Bahkan orang dewasa pun suka menonton film doraemon ini.

Doraemon mulai dikenalkan pada akhir tahun 60-an. Di mana film ini membawa cerita yang ringan, lucu dan sederhana.

Namun, semakin terkenal film ini malah semakin memperkenalkan plot baru dengan alur cerita yang lebih kompleks, seperti alien dan romatika remaja.

Hal ini membuat film doraemon ini bisa dikatakan tidak layak untuk ditonton anak kecil. Sebenarnya ada lima alasan kenapa film doraemon tidak boleh ditonton anak kecil.

Berikut ini ke lima alasannya yang bisa kamu ketahui, seperti dilansir keepo.me.

1. Nobita Terlalu Mesum

Alasan pertama karena Nobita terlalu mesum. Ini terbukti dengan seringnya Nobita menggunakan pintu ajaib ke mana saja milik Doraemon untuk muncul di kamar mandi Shizuka. Kalian tahu kan jika pintu ke mana saja ini akan membawa penggunanya sesuai dengan keinginannya. Jadi Nobita terlalu mesum karena selalu ingin melihat Shizuka mandi.

2. Nobita Merupakan Karakter Psikopat

Karakter yang dimiliki Nobita ini bisa dibilang karakter psikopat. Kenapa, karena ciri-ciri penyakit psikopat atau sakit jiwa ada di diri Nobita. Contohnya. Nobita ini sangat malas dan selalu bergantung dengan gadget dari masa depan untuk kepentingannya sendiri. Bahkan Nobita sering menggunakan alat masa depan untuk mencelakaan orang lain. Nobita juga selalu ingin jadi yang paling hebat dan selalu iri dengan pencapaian orang lain. Nobita juga selalu berbuat curang saat diberikan alat masa depan, ia selalu menggunakannya untuk hal-hal yang ia inginkan.

3. Paradoks Mesin Waktu

Paradoks mesin waktu merupakan situasi paradoksal yang terkait dengan perjalanan waktu. Situasi ini muncul karena timbul pertanyaan, apa yang terjadi jika ada penjelajah waktu yang pergi ke masa lalu untuk mengubah kejadian yang terkait dengan keberadaan dirinya.Contohnya adalah doraemon sendiri yang merupakan robot canggih dari abad 22 yang dikirim oleh cucu dari cucu Nobita, Sewashi. 

Tujuannnya untuk membuat Nobita bahagia dan bisa membantu mengubah masa depan Nobita yang tidak menyenangkan. Salah satu masa depan berubah adalah Nobita tidak jadi menikah dengan Jaiko, namun dengan Shizuka. Dengan demikian muncul pertanyaan, jika Nobita menikah dengan Shizuka, lalu bagaimana nasib Sewashi? Padahal Sewashi sendiri harusnya merupakan keturunan dari Nobita dan Jaiko.

Satu satu kemungkinan yang terjadi adalah alur waktu yang dialami Sewashi dan Nobita bercabang, alias paralel, sehingga jikapun sejarah Nobita berubah, jalan sejarah Sewashi juga tidak akan terpengaruh. Jika ini yang terjadi maka jalan cerita Doraemon mengikuti teori alam semesta paralel.

4. Paradoks Mesin Waktu (Lagi)

Hadirnya doraemon tidak mengubah masa depan, rupanya teori dan penjelasan ini tidak sejalan dengan film terbaru Doraemon Stand By Me. Kita bisa perhatikan kondisi kota yang diusung pada saat Nobita melamar Shizuka nampak bahwa perkembangan teknologi sudah sedemikian maju.

Padahal saat Nobita masih di Sekolah Dasar, perkembangan teknologinya masih seperti di tahun 80-an. Lalu apa yang mungkin terjadi dalam masa yang hanya belasan tahun itu. Rasanya ada dua kemungkinan yang masuk diakal.

Kemungkinan yang pertama adalah ada intervensi alien, sehingga perkembangan teknologi sangat cepat dalam masa 20 tahun tersebut. Kemungkinan kedua adalah hadirnya Doraemon dengan gadget ajaibnya mengakselerasi perkembangan teknologi umat manusia.

Jika berasumsi ternyata kemungkinan kedua yang terjadi, maka kehadiran Doraemon dapat mengubah jalannya sejarah.

5. Pesan Moral Yang Diusung Sulit Dipahami

Pesan moral yang diusung didalam film sangat sulit dipahami. Nobita seringkali mendapatkan “pelajaran” dari keusilannya saat menggunakan alat masa depan. Namun anehnya Nobita selalu mengulang kesalahan yang sama, yaitu menyalahgunakan alat dari Doraemon di kesempatan lain. Bahkan seringkali sampai merepotkan orang banyak.

Melihat setiap kejadian tersebut, pesan moral yang diusung tampak cukup sulit dipahami. (*)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11