Ahok-Djarot: Survei LSI Menurun Drastis, Kunjungan Warga ke Rumah Lembang Meningkat Ahok-Djarot: Survei LSI Menurun Drastis, Kunjungan Warga ke Rumah Lembang Meningkat


Ahok-Djarot: Survei LSI Menurun Drastis, Kunjungan Warga ke Rumah Lembang Meningkat
Liputanberita.net - Tercatat, pasca ditetapkannya status tersangka atas diri calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kasus dugaan penistaan agama, jumlah warga yang berkunjung ke Rumah Lembang di Menteng, Jakarta Pusat, meningkat.

Rumah Lembang, yang letaknya di Jalan Lembang itu, adalah tempat bagi warga untuk memberikan dukungan maupun aduan seputar persoalan DKI Jakarta selama Ahok cuti dari kedinasannya sebagai gubernur Jakarta.

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, menuturkan di hari pertama, Senin (14/11/2016) lalu, jumlah warga yang datang di Rumah Lembang 214 orang. Di hari kedua, jumlah warga yang datang mencapai 310 orang.

“Berbarengan dengan pengumuman dari Bareskrim Mabes Polri bahwa Ahok menjadi tersangka, jumlah warga yang hadir pada hari ketiga yaitu 560 orang,” kata Antoni, sebagaimana dikutip Kompas.com, Jumat (18/11/2016) malam.

Pada Kamis (17/11/2016), sebanyak 820 warga yang datang ke Rumah Lembang. Terakhir pada Jumat ini sebanyak 996 warga yang datang bertemu Ahok.
Ahok-Djarot: Survei LSI Menurun Drastis, Kunjungan Warga ke Rumah Lembang Meningkat
Pengunjung rumah lembang meningkat
Sejumlah selebriti juga terlihat mendatangi Rumah Lembang, antara lain Steve Emmanuel, Cathy Sharon, Luna Maya, Aura Kasih, dan Edric Tjandra.

Mulai hari ketiga, warga juga dapat menyumbang dana kampanye secara non-tunai. Pada hari itu, dana kampanye terkumpul Rp 15.500.000. Hari selanjutnya, terkumpul Rp 12.800.000. Pada Jumat ini, dana kampanye yang terkumpul sebanyak Rp 28.750.000.
Ahok-Djarot: Survei LSI Menurun Drastis, Kunjungan Warga ke Rumah Lembang Meningkat

Berbanding terbalik dengan survei LSI

Hal itu berbanding terbalik dengan survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA.

Dalam survei yang dirilis Jumat (18/11/2016) itu, dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot menurun drastis, dari 24,6 persen menjadi tinggal 10,6 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan, berdasarkan survei, penurunan dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot setelah Ahok ditetapkan tersangka cukup signifikan.

“Sebelum Ahok tersangka, elektabilitas di angka 24,6 persen dan setelah menjadi tersangka hanya di angka 10,6 persen untuk pertanyaan terbuka, dan 11,50 persen untuk pertanyaan tertutup,” kata Ardian, dalam jumpa pers di kantor LSI Denny JA di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).

Sementara itu elektabilitas Agus-Sylvi dan Anies-Sandi kini jauh meninggalkan Ahok-Djarot.

“Anies-Sandi di urutan pertama dengan 31,9 persen dan Agus-Sylvi menempel ketat di urutan kedua dengan 30,9 persen,” kata Ardian.

Penyebab penurunan tersebut, menurut Ardian, adalah karena kasus Surat Al Maidah. 73,2 persen mengatakan Ahok bersalah soal Surat Al Maidah. Sementara 65,7 persen mengatakan Ahok melakukan penistaan agama. Sedangkan 63,7 persen menginginkan Ahok diproses hukum.

Selain itu, lanjut Ardian, karena tingkat kesukaan masyarakat Jakarta pada Ahok yang terus menurun.

“Bukan tidak mungkin Ahok akan tergusur di putaran pertama (Pilgub DKI Jakarta 2017),” ujar dia. “Mereka seakan-akan beramai-ramai meninggalkan Ahok.” (jp)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11