Alasan MUI tak Bisa Fatwakan Desmond Bersalah dan Menistakan Islam Menurut "Pakar Mantan" | Liputan Berita


Alasan MUI tak Bisa Fatwakan Desmond Bersalah dan Menistakan Islam Menurut "Pakar Mantan"
Liputanberita.net - Pasca Ahok tersangka, banyak teman pembaca seword yang bertanya mengapa MUI tidak mengeluarkan fatwa terhadap Desmond yang juga sudah secara jelas melecehkan Nabi Muhammad? Apalagi sekarang Desmond sudah dilaporkan ke polisi. Berhubung saya bukan MUI, maka jawaban saya hanya akan berdasarkan analisa dari logika sederhana. Dan berikut ini analisa Pakar Mantan.

Sebelum membahas mengapa Desmond tidak difatwakan oleh MUI, sebaiknya kita baca pernyataan Desmond secara lengkap.

“Kita sudah ada MUI yang benar-benar dari negara kita sendiri. Amr ini siapa kan dia dari negara luar. Kenapa tidak sekalian Ahok hadirkan Nabi Muhammad. Sekarang tugas Ahok bagaimana untuk menghidupkan kembali Nabi Muhammad.”

Pernyataan Desmond ini menyinggung ajaran Islam secara langsung dan sangat telak. Bagaimana mungkin Ahok yang orang biasa bahkan nonmuslim diminta menghidupkan kembali Nabi Muhammad? Ini tidak ada dalam ajaran Islam. Seterkenal-terkenalnya Ahok, dia hanya populer di masjid-masjid Jakarta pada khutbah jumaatan, itupun baru menjelang Pilkada ini. Tapi kalau di Alquran nama Ahok tak pernah disebut sedikitpun. Jadi saat Desmond mau Ahok menghidupkan Nabi Muhammad, ini adalah pelecehan yang luar biasa terhadap ajaran Islam.

Tapi mengapa MUI tidak bisa mengeluarkan fatwa kepada Desmond? Padahal pernyataannya tak kalah menyinggung dibanding Ahok. Jawabannya adalah karena Desmond hanya melecehkan Nabi Muhammad dan tidak melecehkan ulama. Coba perhatikan pernyataannya, malah Desmond memuji kapasitas ulama, terutama MUI. Jadi mana bisa MUI mengeluarkan fatwa negatif kepada Desmond yang telah memujinya?

Sementara Ahok jelas menyinggung ulama. Pernyatannya “jangan mau dibohongi orang pakai surat Almaidah 51” ditafsirkan oleh MUI sebagai jangan mau dihobongi ulama. Dalam sikap keagamaan yang katanya lebih tinggi dari fatwa itu pun MUI menjelaskan bahwa Ahok melecehkan ulama dan Quran. Catat, Ahok melecehkan ulama.

Maka dari itu MUI yang merupakan orang-orang kumpulan ulama kemudian tersinggung dan mengeluarkan sikap keagamaan. Yang katanya lebih tinggi dari fatwa.

Gara-gara MUI menafsirkan kata “orang” menjadi otomatis “ulama” inilah kemudian banyak ulama yang tersinggung. Sehingga para ulama mengumpulkan jamaahnya dan mengajak semuanya menuju Jakarta. Demo.

Berbeda dengan Desmond. Dia justru memuji ulama, meski melecehkan Islam. Jadi ulama Indonesia tersanjung dan tak akan megerahkan jamaahnya untuk demo. Apalagi MUI yang jelas-jelas disebut sebagai ulama kredibel dan tak membutuhkan tokoh ulama dari negara para nabi, Mesir. Maka secara otomatis tak ada istilah penista agama, sebab faktanya Desmond memuji.

Jadi kesimpulannya, selama ulama tidak merasa dilecehkan, maka tak akan ada demonstrasi besar-besaran, sebab ulamanya tak mau mengerahkan massa. Setiap orang di Indonesia ini bebas melecehkan Islam dan Quran, asalkan tidak melecehkan ulama. Untuk itu hal ini penting untuk dipahami dan dimaklumi jika kemudian MUI tak mengeluarkan fatwa atau sikap keagamaan.

Kasus yang menimpa Ahok kemudian menjadi pelajaran penting bagi negeri ini. Bahwa ulama memiliki tempat lebih terhormat dari agama dan Quran. Sekali kita melecehkannya, maka mereka akan keluarkan fatwa dan mengerahkan massa. Apalagi ulama yang santrinya ratusan orang, pasti mudah dikerahkan. Kalau tidak diproses maka Presiden yang akan dilengserkan. Sebab mereka mudah tersinggung dan membabi buta. Sementara jika kita menyinggung soal Quran dan Nabi, itu tidak secara otomatis menyinggung para ulama.

Baca juga : Geser MUI, Pemerintah Ambil Alih Sertifikat Halal

Terakhir, Quran memang tidak perlu pembela. Karena yang punya kekuatan menjaganya hanyalah Allah, ini tertulis jelas dalam Alquran. Sementara Islam juga tak perlu dibela, sebab muslimlah yang berlindung kepada ajaran Islam dan Allah. Tidak bisa seorang yang mencari perlindungan, kemudian menjadi pembela dalam waktu yang bersamaan.

Semoga ini dapat dipahami bersama dan kita tidak perlu lagi memaksa MUI keluarkan fatwa.

Begitulah kura-kura. (seword)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.