Dimas Kanjeng Rekrut Gelandangan Jadi “Mahaguru”, Sekali Beraksi Dibayar hingga Rp 15 Juta Dimas Kanjeng Rekrut Gelandangan Jadi “Mahaguru”, Sekali Beraksi Dibayar hingga Rp 15 Juta


Dimas Kanjeng Rekrut Gelandangan Jadi “Mahaguru”, Sekali Beraksi Dibayar hingga Rp 15 Juta
Liputanberita.net - Penyelidikan kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus dikembangkan. Saat ini, pemeriksaan dilakukan terhadap tujuh orang ‘mahaguru’ Dimas Kanjeng.

Pada Minggu (6/11/2016),tim Ditreskrimum Polda Jatim dari Jakarta menjemput tujuh orang yang disebut mahaguru itu di kediamannya masing-masing.

Polisi menyebut tujuh mahaguru Dimas Kanjeng Taat Pribadi adalah figur guru palsu. Mereka adalah warga biasa yang direkrut untuk menjadi mahaguru bayaran Dimas Kanjeng.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, para mahaguru itu adalah warga Jakarta dari berbagai latar belakang, di antaranya pengemis, buruh, gelandangan, dan penganggur.

“Mereka tinggal di rumah-rumah petak kecil di Jakarta,” ungkap Kombes Raden, Senin (7/11/2016).

Para mahaguru itu bertugas mewakili Dimas Kanjeng untuk mengisi acara keagamaan di berbagai daerah. Saat menjalankan tugas mengisi acara keagamaan bersama Dimas Kanjeng, mereka berpakaian bak seorang ulama.

“Mereka diberi pakaian serba putih, surban, jubah, dan berjenggot,” tambahnya.

Saat acara keagamaan, seperti istigasah, bersama para pengikutnya, para mahaguru palsu itu duduk di atas podium bersama Dimas Kanjeng.

Sekali beraksi menjadi mahaguru, lanjut Argo, mereka dibayar dari Rp 2 juta hingga Rp 15 juta oleh padepokan.

Identitas tujuh mahaguru itu diperoleh dari hasil pemeriksaan seorang pengusaha emas batangan bernama Vijay yang ditangkap di Jakarta, pekan lalu.

“Harusnya ada sembilan mahaguru, tapi satu di antaranya sudah meninggal dan satu lagi kabur,” kata Kombes Raden.

Setiap kali acara, peserta mengumpulkan uang mahar dan uang tersebut diserahkan ke Padepokan Dimas Kanjeng melalui Vijay. Vijay sendiri ditangkap pada 2 Oktober lalu di Jakarta.

Pengusaha berkebangsaan India itu disebut orang dekat Dimas Kanjeng yang namanya tidak masuk di struktur padepokan.

Diduga, Vijay adalah pengusaha yang menyediakan batangan emas palsu yang diberikan Dimas Kanjeng kepada pengikutnya.

Menurut informasi dari penyidik, Vijay juga lah yang merekrut para mahaguru palsu itu. (ji)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11