Kronologi Aksi Damai yang Berujung Ricuh Kronologi Aksi Damai yang Berujung Ricuh


Kronologi Aksi Damai yang Berujung Ricuh
Liputanberita.net - Telah meninggalnya 2 orang demonstran anggota FPI. Banyak doa yang telah dikirimkan dari kawan-kawan yang telah sama-sama berjuang. Ustaz Arifin Ilham menceritakan kronologi awal kericuhan yang terjadi pada aksi damai bela islam, didepan Istana Negara, Jum’at (4/11). Ustaz Arifin menceritakan bahwa kondisi lapangan setelah maghrib cukup kondusif.

“Assalamualaikum, maaf sebelum kita membuat kesimpulan awal, sebetulnya kondisi lapangan cukup kondusif bahkan selepas pukul 18.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda pembubaran. Awal kerusuhan muncul saat ada provokator diantara massa, akhirnya kawan-kawan terpancing. Massa FPI membuat berikade, lalu masa menjadi tenang,” ketus Arifin lewat Broadcast, jum’at (4/11).

Namun, suasana berubah ketika ada yang datang untuk melakukan provokasi timbulnya masalah. Beberapa ulama dilempar semacam petasan. Yang pada akhirnya gas air mata ditembakkan, dan malangnya tembakkan tersebut diarahkan ke ulama.

“Situasi memanas, kami dan ulama diserang gas air mata oleh polisi. Suara tembak menembak gas air mata bertubi-tubi,” keterangan dari Ustadz Hadlil Saiful pada pukul 20:22 WIB Jum’at (4/11).

Alasan lain menyebutkan, bagaimana pihak polisi dan FPI bisa tidak kondusif dikarenakan demo yang telah melewati batas yang telah ditentukan. Pada saat itu korban mulai berjatuhan, massa diarahkan ke patung kuda.

“target belum ditemukan, kami tidak akan bubar sebelum bertemu Jokowi,” ucap Habib Riziq pada Jum’at (4/11).

Arifin Ilham juga mendapat kabar jika Syaikh Ali Jaber terkena tembakan gas air mata dan dibawa ke rumah sakit. Massa FPI berusaha menenangkan massa, akan tetapi polisi tidak pandang bulu, semua ditembak gas air mata, inilah yang membuat suasana diluar kendali. (*)

Ditulis oleh : Ardimas Pramudana, Mahasiswa UIN SUSKA RIAU

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11