Terinspirasi Jessica, Ahok Minta Pendukung Tonton Sidangnya Terinspirasi Jessica, Ahok Minta Pendukung Tonton Sidangnya


Terinspirasi Jessica, Ahok Minta Pendukung Tonton Sidangnya
Liputanberita.net - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta para pendukungnya untuk mengikuti dan mengawal proses persidangan perkara dugaan penistaan agama yang menimpa mantan Bupati Belitung Timur itu.

Bahkan Ahok berharap agar persidangannya ramai seperti perkara dugaan pembunuhan berencana dengan terpidana Jessica Kumala Wongso.

"Sidang kopi sianida saja ramai yang nonton," kata Ahok di Balai Rakyat, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/11).

Pada Rabu (16/11) lalu, Kepolisian menetapkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka terkait dugaan penistaan agama. Ahok menyitir surat Al Maidah 51 saat bertemu warga Kepulauan Seribu.

Polisi kini sedang sibuk melakukan pemeriksaan dan melengkapi berkas. Jika dinyatakan lengkap, maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk kemudian naik ke persidangan.

Saat menemui warga yang mengadu di Balai Rakyat, Ahok juga meminta kepada para pendukungnya untuk tidak berkecil hati lantaran status tersangka yang melekat pada mantan Bupati Belitung Timur itu.

Menurut Ahok, status tersangka tidak bisa menghilangkan hak konstitusinya dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Selain itu, ia juga menegaskan jabatannya sebagai gubernur akan berakhir pada 9 Oktober 2017.

"Saya masih maju sebagai calon, yang penting tanggal 15 Februari 2017 saya memenangkan (Pilkada)," ucapnya.

Kembali Dilaporkan

Ahok, kemarin, kembali dilaporkan ke polisi karena ucapannya. Ahok dituduh melakukan fitnah karena menyebut massa demonstrasi 4 November sebagai massa bayaran.

Laporan tersebut diterima petugas dengan surat laporan Nomor LP/1153/XI/2016/Bareskrim tanggal 17 November 2016, dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau fitnah sebagaimana diatur Pasal 310 dan Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pelapor yang juga pedemo, Herdiansyah mengatakan, ia sama sekali tak dibayar saat berunjuk rasa 4 November. Sebagai warga negara, ia menggunakan haknya mengemukakan pendapat di muka umum.

"Saya tergerak untuk itu (demo), tapi saya difitnah dengan mengatakan saya dibayar Rp500 ribu," kata Herdiansyah di Bareskrim, Jakarta, kemarin.

Habiburokhman, pengacara Herdiansyah dan juga politikus Partai Gerindra, menjelaskan pernyataan Ahok itu dimuat oleh media Australia, ABC News.

"(Ahok menyebut) tidak mudah mengirim 100 ribu orang. Sebagian besar dari mereka, apabila anda baca berita, mereka mendapatkan uang Rp500 ribu," ujarnya menirukan ucapan Ahok yang dikutip media tersebut.

Tuduhan Ahok itu menurutnya sama sekali tidak benar. "Sedikit saja tidak mungkin, apalagi sebagian besar," ujarnya. (cnn)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11