Ada Pusat Kajian Islam, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah | Liputan Berita


Ada Pusat Kajian Islam, Warga Kampung Beting Percaya Ahok Tak Bersalah
Liputanberita.net - Mayoritas warga Kampung Beting Remaja, RW 18 & RW 19 yang permukimannya berada persis di belakang Masjid Islamic Centre, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, percaya bahwa Gubernur DKI Jakarta (non-aktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama.

Hal itu disampaikan warga saat calon wakil gubernur nomor urut dua dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, Djarot Saiful Hidayat, mengunjungi permukiman padat penduduk yang merupakan perbatasan Kelurahan Tugu Utara dan Kelurahan Semper Barat itu.

Ahmad Sutrisno (65), warga RT04/RW05 Kelurahan Tugu Utara mengatakan warga Muslim di wilayah Kampung Beting sudah memiliki kecerdasan dan tidak akan mudah terhasut dengan berbagai provokasi yang dilakukan sejumlah oknum di media sosial.

"Kita di sini ada pusat kajian Islam terbesar di Indonesia, makanya warga di sini tidak akan mudah terprovokasi bila ada yang meyebutkan terjadi penistaan agama," ujar Ahmad, Jumat (9/12) siang, seusai salat Jumat.

Ia berharap warga Jakarta di kampung dan wilayah lainnya tidak mudah tersulut emosi dengan potongan rekaman video pembicaraan Ahok saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Kalau dilihat secara keseluruhan, apa yang disampaikan oleh Pak Ahok itu hanya menyarankan warga dan para PNS untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan tanpa paksaan atau perasaan tidak enak dengan Ahok," lanjutnya.

Hal serupa juga diungkapkan Dewi (45), warga RT06/RW18 yang melihat seharusnya Pilgub DKI Jakarta 2017 tidak disangkutpautkan dengan isu SARA dan lebih mengutamakan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon (paslon).

"Pak Ahok sudah minta maaf dan mari kita hormati Pak Ahok dan Pak Djarot untuk memiliki kesempatan berkampanye dan melakukan sosialisasi kepada warga sama seperti paslon yang lain," kata Dewi.

Selama era kepemimpinan Ahok dan Djarot dua tahun terakhir, lanjutnya, warga DKI Jakarta sudah merasakan langsung perubahan yang lebih baik di lingkungannya masing-masing.

"Di kampung kami juga sudah mulai jarang banjir, karena setiap hari saluran air itu dikeruk sama pekerja PPSU. Pak Lurah dan Camat juga selalu mengontrol kinerja dari anak buahnya dan tanggap jika ada warga melapor ke Qlue," tambahnya.

Sementara itu, Djarot mengaku peran dari JIC (Jakarta Islamic Centre) memang sangat vital, karena mengutamakan kajian Islam yang rahmatan lil alamin dan saling menjaga toleransi antarumat beragama dan suku bangsa.

"Peran JIC ini sangat penting karena mengajarkan Islam yang toleran, membangun tali persaudaraan antarumat, dan menjadi contoh bagi negara-negara Islam di luar sana yang sedang berkonflik untuk bisa belajar Islam yang moderat dan menghargai seperti di Indonesia," kata Djarot. (bs)

Artikel Menarik Lainnya

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
close