Agus Angkat Bicara soal Konsep Rumah Terapung yang Jadi Perbincangan "Netizen" Agus Angkat Bicara soal Konsep Rumah Terapung yang Jadi Perbincangan "Netizen"


Agus Angkat Bicara soal Konsep Rumah Terapung yang Jadi Perbincangan "Netizen"
Liputanberita.net - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, angkat bicara soal perbincangan netizen mengenai rumah terapung.

Perkataan Agus tentang konsep rumah terapung disebar di media sosial dalam penggalan rekaman video saat dia sedang berkunjung ke salah satu kantor media baru-baru ini.

Terkait rekaman ini, Agus mengatakan bahwa isi rekaman itu bukan programnya.

"Saya enggak pernah jelasin itu. Iya (ada videonya), tetapi bukan program saya," kata Agus saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Sylviana Murni, calon wakilnya, Kamis (29/12/2016) malam.

Menurut Agus, konteks dia berbicara soal itu adalah untuk mengungkapkan bahwa ada banyak cara menata kota tanpa harus menggusur warganya.

Meski hanya menyinggung konsep itu, Agus menegaskan, ide serupa tidak tercantum dalam program kerja yang sering dia sampaikan.

"Ada tidak di program saya soal itu? Tidak ada. Saya hanya mengatakan bahwa itu ada konsep di mana pun di dunia yang sudah dikembangkan juga, rumah apung atau hunian apung," ujar Agus.

Ketika disinggung mengenai cibiran netizen atas ucapannya tentang konsep rumah apung dalam video itu, Agus mengaku tidak tahu mengenai isu yang berkembang di masyarakat terkait hal tersebut.

Berikut transkrip ucapan Agus dalam penggalan video yang beredar di media sosial Facebook:

"Apakah memang penggusuran itu the only solution? Kalau tidak harus menggusur tapi banjir tetap bisa diselesaikan, saya rasa itu lebih baik. Banyak kota di dunia, sekali lagi kita ilustrasi ya, itu juga di atas dia, ngapung dia. Artinya, tanpa harus digeser jauh-jauh, begitu ya, bisa dibangun lokasinya, kemudian mencegah banjir juga, begitu. Tentunya, saya akan terus mempelajari ini semua, tapi yang saya ketahui sekarang, karena banyaknya sedotan air, tanah begitu, itu yang menyebabkan menurunnya permukaan tanah. Bahkan di beberapa daerah, sampai 20 sentimeter per tahun. Berarti, naiknya permukaan air itu tidak sebanding dengan penurunan muka tanah. Itu juga yang membuat semakin memperburuk situasi kemungkinan terjadi banjir di Jakarta." (Kompas)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11