Ajukan Banding, Tim Kuasa Hukum Yakin Jessica Akan Bebas | Liputan Berita


Ajukan Banding, Tim Kuasa Hukum Yakin Jessica Akan Bebas
Liputanberita.net - Tim kuasa hukum terpidana Jessica Kumala Wongso, telah menyerahkan berkas memori banding terkait vonis 20 tahun penjara ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka yakin kliennya akan bebas.

Kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan mengatakan, pihaknya telah menyerahkan berkas memori banding setebal 148 halaman ke PN Jakarta Pusat, Rabu (7/12) kemarin.

"Kita sudah serahkan kemarin. Saya sendiri yang menyerahkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Berkas bandingnya 148 halaman," ujar Otto, Kamis (8/12).

Dikatakan Otto, pihaknya masih menunggu pihak kejaksaan untuk mengajukan kontra memori banding.

"Setelah ini, biasanya memori kita akan dikirimkan kepada jaksa. Lalu, jaksa bisa mengajukan kontra memori banding. Tapi, kalau dia tidak bikin tidak apa-apa. Sampai sekarang kita belum menerima memori banding jaksa," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, jaksa kabarnya juga mengajukan banding. Namun, Otto belum tahu maksud banding dari jaksa.

"Jaksa juga banding, tapi belum terima kita memorinya. Tidak mengerti kita, mintanya apa. Kalau sudah 20 tahun kenapa mesti dia banding. Apanya dia yang tidak setuju. Apakah dia keberatan putusan pengadilan? Apa dengan pertimbangannya? Saya heran," katanya.

Ia menegaskan, dalam memori banding pihaknya meminta Jessica bebas dari jeratan hukum.

"Kita minta bebas. Kita harus punya keyakinan begitu, kalau tidak, kita tidak berani banding. Kan masih ada Pengadilan Tinggi, Makamah Agung. Tapi harapan kita Pengadilan Tinggi bisa melihat secara seksama bukti-bukti kita, dan tidak ada alasan untuk tidak membebaskan Jessica," tegasnya.

Ia menuturkan, Jessica tidak bersalah dalam kasus kopi beracun yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.

"Bagaimana bisa orang mati dituduh karena sianida, sementara di dalam tubuhnya tidak ada sianida itu kan tidak mungkin. Sangat tidak masuk akal," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, memvonis Jessica, 20 tahun penjara, karena secara sah dan meyakinkan telah berencana melakukan pembunuhan terhadap korban Wayan Mirna Salihin, Kamis (27/10) lalu.

Majelis hakim memberikan putusan itu setelah mempertimbangkan beberapa hal seperti, terdakwa telah melakukan perbuatan sadis, tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesali. Hal-hal yang meringkan terdakwa masih berusia muda dan diharapkan dapat memperbaiki diri di masa datang.

Merespon putusan itu, Jessica dan tim penasihat hukumnya menyatakan akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. (Beritasatu)

Artikel Menarik Lainnya

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
close