Larang Warga Ikut Aksi 2 Desember, Rizieq Minta Kapolda Jateng Dicopot Larang Warga Ikut Aksi 2 Desember, Rizieq Minta Kapolda Jateng Dicopot


Larang Warga Ikut Aksi 2 Desember, Rizieq Minta Kapolda Jateng Dicopot
Liputanberita.net - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, dicopot dari jabatannya.

Pasalnya, Irjen Condro telah melarang massa di Jawa Tengah untuk ikut Aksi Bela Islam III yang digelar 2 Desember mendatang.

Hal tersebut Habib sampaikan lewat situs web pribadinya, habibrizieq.com.

Habib menilai, Polda Jateng tidak berhak melarang warganya yang ingin ikut aksi, sebab Kapolri sendiri memperbolehkannya.

Dalam situs habibrizieq.com tersebut tertulis, Kapolda Jateng Melawan Kapolri.

Berikut pesan lengkapnya:
Larang Warga Ikut Aksi 2 Desember, Rizieq Minta Kapolda Jateng Dicopot
“Walau Kapolri sudah menginstruksikan jajarannya secara nasional agar tidak lagi melarang umat Islam di daerah yang mau ikut Aksi Bela Islam 212, tapi Kapilda Jawa Tengah tetap ngotot melarang umat Islam di Jateng,” tulisnya.

Bahkan aparat kepolisian Jawa Tengah menebarbancaman dan teror terhadap Ustadz dan Santri serta umat Islam lainnya yang mau ikut Aksi 212 di Jakarta.

COPOT KAPOLDA JATENG SEKARANG JUGA … !!!”


Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, menyatakan aksi bela Islam pada 2 Desember 2016 nanti di Ibu Kota berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ia pun melarang warga untuk ikut demo 2 Desember.

“Unjuk rasa yang akan datang tidak menutup kemungkinan mengganggu ketertiban umum, melanggar hukum, dan menyebabkan kemacetan. Apabila terjadi, perlu ada upaya pembubaran aksi unjuk rasa tersebut,” kata Condro Kirono saat apel gelar pasukan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/11/2016).

Condro memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk waspada pada aksi 2 Desember nanti. Berkaca pada aksi 4 November, aksi bela Islam jilid III jangan sampai bergeser ke arah tindakan kriminalitas.

“Ada upaya mengganggu keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, bahkan mengandung upaya makar terhadap pemerintah yang sah,” tegas Condro Kirono.

Baca juga : Amankan 1.000 Ketapel, Polisi Curiga Terkait Aksi 2 Desember

Ia menyatakan, pada 25 November sudah mengeluarkan maklumat atas rencana aksi tersebut. “Saya selaku Kapolda Jawa Tengah melarang warga atau kelompok massa dari Jawa Tengah berangkat mengikuti aksi ke Jakarta,” tegas Condro.

Meski begitu, Condro mencium gelagat ada beberapa kelompok massa yang mengabaikan maklumat tersebut. Mereka tetap berniat berangkat ke Jakarta untuk berdemonstrasi. “Oleh karena itu, segera lakukan tindakan tegas dan profesional sebelum mereka benar-benar berangkat ke Jakarta,” ucap Condro. (ji)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11