Dipecat Pemprov DKI, 14 Pasukan Oranye Ingin Temui Ahok Dipecat Pemprov DKI, 14 Pasukan Oranye Ingin Temui Ahok


Dipecat Pemprov DKI, 14 Pasukan Oranye Ingin Temui Ahok
Liputanberita.net - Sebanyak 14 orang perwakilan pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kebersihan Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur mendatangi Rumah Lembang. Mereka yang dikenal sebagai pasukan oranye ini ingin mengadu pada Gubernur DKI nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) karena diberhentikan dari pekerjaannya dengan cara yang tidak dapat diterima.

Namun, para PHL tersebut tidak dapat langsung mengadu pada Ahok. Alasannya karena mereka datang dengan mengenakan rompi berwarna orange yang ada lambang Pemprov DKI.

Soeaji (51), salah satu PHL yang diberhentikan, mengatakan bahwa mereka tidak dipekerjakan lagi karena nilai mereka tidak mencapai batas yang ditentukan. Padahal, lanjut Soeaji, dia dan 26 orang lain yang diberhentikan tersebut tidak pernah mengikuti tes apa-apa selama seleksi.

"Kami diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas, makanya kita mau mengadu pada Pak Ahok. Tapi karena kita pakai baju oranye dan ada lambang DKI-nya makanya belum bisa ketemu," kata Soeaji di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).

"Pas tanggal 3 (Januari 2017) di kecamatan (Jatinegara) ada pengumuman siapa saja yang lolos tes untuk kembali jadi PHL. Nah nama kami, ada 27 orang yang namanya nggak ada di daftar," tuturnya.

Soeaji mengaku bingung karena tiba-tiba ada nilai minimal yang tertulis pada pengumuman tersebut. Para PHL tersebut harus mencapai angka minimal 93 untuk bisa terus bekerja. Padahal, imbuh Soeaji, tidak pernah ada tes tertulis maupun tes wawancara yang dilakukan oleh Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur saat penerimaan.

"Yang bikin kita heran tiba-tiba penilaian ada angkanya. Padahal tes tertulis dan tes wawancara saja nggak pernah. Terus nilainya dari mana? Masa berkas yang dikumpulin ada nilainya," terangnya.

Soeaji, yang mengaku sudah bekerja sebagai PHL sejak tahun 2013, mengatakan bahwa berkas yang dirinya kumpulkan ke Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur lengkap. Beberapa berkas yang harus dikumpulkan sebagai syarat antara lain fotocopy KTP, foto, NPWP, Ijazah, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, SKCK dan surat keterangan bebas narkoba.

Soeaji kembali melanjutkan ceritanya. Dia mengatakan bahwa Kasudin Kebersihan Jakarta Timur menyarankan kepada dia dan 26 orang PHL lain yang diberhentikan untuk kembali mendaftar di bulan Maret 2017 mendatang. Malahan mereka yang diberhentikan, diprioritaskan untuk kembali diangkat menjadi PHL.

"Tapi kita nggak percaya gitu saja lah, kan itu baru omongan doang. Kita perlu hitam di atas putih, takutnya bohong lagi nanti," ucap Soeaji.

"Kasudin juga bilang mau ganti uang kami pakai uang pribadinya, kita nggak mau lah kita cuma mau kerjaan kita balik lagi," lanjutnya.

Soeaji dan para PHL lain mengatakan bahwa mereka sebenarnya sudah akan bertemu dengan Plt Gubernur DKI Sumarsono. Namun, Sumarsono menyarankan agar mereka datang esok hari.

"Tadi pagi kami ketemu Sumarsono tapi disuruh datang besok. Makanya kami inisiatif ketemu Pak Ahok," tutupnya. (detikcom)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11