Disambut Meriah, Ahok Jatuh dan Bangkit di Tempat yang Sama Disambut Meriah, Ahok Jatuh dan Bangkit di Tempat yang Sama


Disambut Meriah, Ahok Jatuh dan Bangkit di Tempat yang Sama
Liputanberita.net - Calon gubernur nomor urut dua DKI Jakarta 2017-2022 yang kebetulan juga merupakan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini mengadakan kampanye atau blusukan di Kepulauan Seribu, atau lebih tepatnya di Pulau Kepala, Pulau Harapan dan Pulau Pramuka. Tujuan kedatangan tentu saja untuk kampanye, namun saya melihatnya makna dan dampak kunjungan tersebut jauh lebih dari sekedar itu.

Kita semua ketahui bahwa kasus penodaan yang menghantam Ahok berawal dari kunjungannya ke Kepulauan Seribu atau lebih tepatnya Pulau Pramuka. Dua kalimat yang dipermasalahkan oleh pihak-pihak yang berseberangan dari awal ataupun lawan politik Ahok ini terucap olehnya di tempat ini, sebuah pulau kecil yang memiliki populasi kurang lebih 2.000 jiwa saja.

Lebih Dari Sekedar Kampanye

Bagi saya kunjungan kampanye Ahok ke Kepulauan Seribu terutama ke Pulau Pramuka memiliki makna jauh lebih besar dari sekedar merebut pundi-pundi suara di tempat itu. Pasalnya, jumlah penduduk saja 2.000 jiwa, maka jumlah pemilih pastinya kurang dari itu. Bukan maksud saya mengatakan bahwa 2.000 suara tidak penting, bukan demikian. Namun makna kunjungan yang menghabiskan satu hari kampanye yang begitu berharga ini bagi saya memiliki makna jauh lebih besar dari itu.

Kedatangan ini jika berhasil mendapatkan respon yang baik dari warga setempat maka akan menepis fitnah yang disebarkan oleh sebagian pelapor kasus Ahok yang mengatakan mendapatkan banyak telepon dan ribuan pesan pendek (sms) dari warga Kepulauan Seribu. Saya sebut saja orangnya yang bernama Novel Bamukmin yang mengatakan demikian saat memberikan kesaksian di persidangan.

Meskipun telah sebelumnya dibantah oleh sebagian warga Pulau Pramuka, tapi kedatangan Ahok memang sangat penting untuk membuktikan secara langsung.

“Saya nggak tahu. Sepertinya tidak ada orang Pulau yang melapor. Kita kan biasa-biasa saja,” kata Bram (52), warga asli Pulau Pramuka, saat ditemui detikcom di dermaga nelayan Pulau Panggang, Rabu (4/1/2017).

“Nggak pernah denger ada yang laporan ke sana. Tanya saja dia siapa yang melaporkan pasti nanti ketahuan,” tegas Boko yang dilansir disini.

Langkah yang cerdas dari Ahok beserta tim sukesnya untuk mengunjungi baru hari ini pun patut kita puji. Karena sebenarnya kan bisa saja Ahok kunjungi tempat tersebut ketika masalah ini mulai menjadi viral atau bahkan ketika Novel menyatakan tudingan tersebut di persidangan. Kunjungan baru hari ini menurut saya adalah langkah tepat karena mencuri momentum.

Momentum apa? Momentum ketika banyak kebohongan dari saksi pelapor yang lain juga sudah terungkap di persidangan dan juga berjarak 2 minggu dari proses pemungutan suara. Hal ini akan semakin meyakinkan pemilih di Jakarta bahwa warga setempat saja tidak merasakan agamanya dinodai dan bahwa kasus penodaan agama ini hanyalah ambisi politik dari sebagian pihak. Waktu yang mepet akan membuat lawan Ahok kesulitan untuk mencari momentum baru untuk menyerang Ahok. Sangat pas menurut saya!

Untung saja ternyata memang warga di Pulau Kepala dan Pulau Pramuka juga sangat antusias menyambut kedatangan Ahok. Teriakan “dua… dua… dua…” pun kerap terdengar berdasarkan pemberitaan disini.

“Nomor dua, nomor dua, nomor dua. Coblos nomor dua,” teriak warga saat menyambut Ahok, Senin (30/1/2017)

“Sudah kayak pengantin kampung gue (saya),” kata Ahok sambil bercanda kepada warga.

Kalau kita pikirkan secara logika, tentu saja tudingan ribuan sms tersebut tidak masuk akal, mengingat jumlah penduduk disana saja hanya berapa jiwa. Namun ya kadang ngomong dengan orang-orang yang mengedepankan sentimen pribadi daripada akal sehat memang perlu menggunakan data, karena hanya data yang dapat menelanjangi kebohongan orang-orang ini sekaligus mempermalukan mereka.

Bisa kita lihat juga video-video kunjungan Ahok di facebook ‘Basuki Tjahaja Purnama‘. Terlihat sekali warga baik di Pulau Kepala ataupun Pulau Pramuka sangat antusias menerima dan menyambut pemimpin yang mereka cintai. Entah Novel Bamukmin akan melontarkan komentar apa ya setelah melihat kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu hari ini? Saya tidak sabar mendengarnya.

Ini bagaikan tendangan gol di saat injury time yang ditembakkan Ahok kepada para lawan politiknya, sehingga mereka sulit mencari kesempatan baru untuk menyerang. Yang saya anggap unik lagi adalah Ahok masih sempat-sempatnya bercanda dengan mengatakan suasana penyambutan di Pulau Pramuka seperti acara kawinan di kampungnya, hahahahaha. Dasar Pak Ahok, kami disini harap-harap cemas tauk menunggu kabar kunjungan Anda kesana!

Dimana Kamu Jatuh, Disitulah Kamu Harus Berdiri Kembali
Disambut Meriah, Ahok Jatuh dan Bangkit di Tempat yang Sama
Seingat saya kedatangan pada hari ini 30 Januari 2017 adalah kedatangan pertama seorang Ahok ke Pulau Pramuka (koreksi saya jika saya salah). Seperti kata orang, “Dimana kamu jatuh, disitulah kamu harus berdiri kembali”, bagaikan boneka daruma asal Jepang yang kerap bangun kembali ketika dipukul jatuh.

Ahok terjatuh (terkena kasus) di Pulau Pramuka ketika berpidato disana, apakah langkah hari ini akan membuat Ahok bangkit kembali dari tempat dimana ia jatuh? Saya percaya iya. Meski telah terluka, berdarah-darah dan bahkan sempat melalui masa-masa kritis, Ahok mempertontonkan kepada kita semua bahwa ia tetap tegar dan kuat, dan hari ini ia akan bangkit kembali dari Pulau Pramuka.

Komentar Penutup

Setelah menonton video-videonya, saya pribadi sangat terharu melihat sambutan dari warga Kepulauan Seribu terhadap Ahok. Tidak masuk akal Ahok dituduh menodai agama ketika berpidato disana. Meskipun tinggal agak jauh dari daratan Jakarta yang modern, ternyata warga Kepulauan Seribu lebih cerdas dalam berpikir dan menilai. Saya sangat terharu.

Untuk para lawan politik Ahok, saya sarankan kalian untuk was-was. Karena seorang pejuang akan bangkit dengan tekad dan tenaga yang berkali-kali lipat ketika ia berhasil bangkit dari keterpurukannya. Berhati-hatilah kalian karena setelah ini saya prediksikan bahwa Ahok tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengeluarkan semua yang ia miliki untuk memenangkan kompetisi Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.

Untuk para pendukung Ahok, mari kita nantikan bagaimana seorang pohon lurus yang ingin ditebang begitu banyak orang akan tumbuh semakin tinggi dan semakin kokoh ketika orang-orang tersebut gagal menebangnya! Kita harus terus semakin gencar menjaga dan merawat pohon ini agar dapat memuncak pertumbuhannya pada 15 Februari 2017 nanti!

Dimulai dari tempat dimana ia terjatuh, disitulah saya percaya bahwa seorang Ahok akan mencari bongkahan batu yang menyandungnya, mengambil lagi keberaniannya yang tercecer disana, lalu pada akhirnya akan bangkit berdiri kembali dengan gagah dan lebih siap lagi untuk meneruskan perjuangannya yang belum berakhir ini.

Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan……… (Seword)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11