Menurut Novel, Tabayyun Bisa Tebang Pilih alias Pilih-Pilih Orang Menurut Novel, Tabayyun Bisa Tebang Pilih alias Pilih-Pilih Orang


Menurut Novel, Tabayyun Bisa Tebang Pilih alias Pilih-Pilih Orang
Liputanberita.net - Kembali menjadi Pertanyaan Besar bagi Tim Penasihat Hukum, Mengapa tidak dilakukan proses Tabayyun (klarifikasi) secara langsung terhadap Basuki Tjahaja Purnama sehingga tidak menimbulkan fitnah kepada Basuki Tjahaja Purnama, di sini terlihat jelas adanya tebang pilih dalam proses Tabayyun khususnya pada perkara Basuki Tjahaja Purnama, yang kemudian dibenarkan oleh saksi bahwa terhadap Basuki Tjahaja Purnama tidak perlu tabayyun karena tabayyun boleh pilih – pilih orang.

Semua Saksi Pelapor Tidak Ada dari Kepulauan Seribu dan Menonton dari versi Editan Buni Yani
Bahwa terhadap keterangan Para Saksi Pelapor dalam BAP telah jelas dari semua Pelapor tidak satu pun yang melihat secara langsung pidato Basuki Tjahaja Purnama pada tanggal 27 September 2016 di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, namun hanya berdasarkan informasi dari orang yang kemudian mendengar dan melihat dari unggahan video di Youtube dan atas unggahan tersebut diduga unggahan yang telah dibuat komentar sedemikian rupa oleh Buni Yani sehingga memiliki makna dan arti berbeda yang kemudian menjadi viral di masyarakat dan menjadi fitnah bagi Basuki Tjahaja Purnama kemudian menjadi alat untuk mengkriminalisasi Basuki Tjahaja Purnama.

Kasus Ahok adalah Kejahatan yang Direkayasa

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di atas, jelas-jelas bahwa kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah kejahatan yang direkayasa (crime engineering) oleh para pelapornya yang jelas-jelas memiliki ketidaksukaan, kebencian hingga dendam kesumat pada Ahok.

Kembali kehalaman  1 2 3 4

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11