Terungkap Ceramah Novel yang Caci-Maki Ahok sebelum Kasus Kepulauan Seribu Terungkap Ceramah Novel yang Caci-Maki Ahok sebelum Kasus Kepulauan Seribu


Terungkap Ceramah Novel yang Caci-Maki Ahok sebelum Kasus Kepulauan Seribu
Liputanberita.net - Terhadap Saksi Novel Chaidir Hasan Bamu’min (Novel) yang merupakan Pengurus Ormas FPI jelas dan nyata pada Tanggal 02 September 2016 bertempat di rumah Amanah Rakyat di Jl. Cut Nyak Dien 5 Menteng Jakarta, dalam Pertemuan dengan judul “Jakarta Tanpa Ahok”, yang dihadiri oleh beberapa elemen organisasi masyarakat di mana Novel hadir mewakili FPI. Dalam pertemuan tersebut Novel menyatakan dalam orasinya yang isinya mencaci dan menghina Basuki Tjahaja Purnama “Belum ada Gubernur Seburuk Ahok. Dia Makan Babi, Minumnya Air Comberan, Perutnya Kotor, Dia Haram”. Dan dalam orasinya tersebut Novel juga menyampaikan kata – kata Provokatif yang isinya “Yang tidak berani lawan Ahok akan masuk neraka. Salatnya, ibadahnya tidak akan diterima Tuhan. Lawan Ahok sampai darah penghabisan, tidak usah takut.”

Jelas sudah terhadap saksi Novel telah memiliki sentimen / ketidaksukaan secara personal dan memiliki tujuan menjatuhkan Basuki Tjahaja Purnama jauh sebelum pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016, sehingga sudah ada niatan untuk mengkriminalisasi Basuki Tjahaja Purnama.

Novel Tidak Menonton Video Ceramah Ahok yang Versi Utuh

Di dalam fakta persidangan yang bersesuaian dengan BAP saksi pada tanggal 16 Nopember 2017, pada saat ditanyakan oleh Majelis Hakim bahwa saksi melihat video dari whatsapp yang isinya “jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam – macam itu ..”.
Hal tersebut jelas bahwa saksi tidak mengetahui secara jelas dan pasti atas kebenaran isi pidato oleh Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu tersebut karena isi pidato yang disampaikan oleh saksi tidak lengkap. (*)

Halaman berikutnya  1 2 3 4

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11