Bukan Buang Duit, Tur Raja Salman ke Asia untuk Cari Duit Bukan Buang Duit, Tur Raja Salman ke Asia untuk Cari Duit


Bukan Buang Duit, Tur Raja Salman ke Asia untuk Cari Duit
Liputanberita.net - Indonesia bukan negara satu-satunya di Asia yang menjadi tujuan kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Beberapa negara lain yang akan dikunjungi Raja Salman adalah Malaysia, China, Jepang dan Maladewa.

Negara tujuan pertama Raja Salman adalah Malaysia. Monarki Arab Saudi yang terakhir kali mengunjungi Malaysia adalah mendiang Raja Abdullah pada 11 tahun lalu.

Baca : Wow..!! Datang Berkunjung, Raja Salman Bawa Uang Rp 334 Triliun Buat Indonesia

Raja Salman memulai rangkaian kunjungannya ke kawasan Asia selama tiga pekan pada hari Minggu (26/2/2017). Kunjungan Raja ke berbagai negara tersebut terkait pencarian akan investasi, keahlian teknikal dan termasuk penjualan saham perusahaan raksasa Saudi Aramco.

Diketahui, eksportir minyak terbesar dunia ini sedang berupaya mendiversifikasi ekonominya. Anjloknya harga minyak membuat ekonomi Arab Saudi merosot tajam, akibatnya mulai dari jebolnya anggaran, dicabutnya berbagai subsidi, dan mencari pinjaman ke lembaga internasional.

Hal tersebut memaksa pihak pemerintah Arab Saudi menjalankan reformasi ekonomi dan sosial. Upaya ini dinamakan Visi 2030.

Dalam Visi 2030 tersebut, Arab Saudi mengejar pengembangan industri non-minyak, usaha kecil dan menengah (UKM), dan basis investasi yang lebih luas. Semua upaya tersebut membutuhkan serapan tenaga kerja lebih banyak pula.

Dikutip dari laman ekonomi Indiatimes.com, para pejabat Saudi mencoba ‘merayu’ para investor kaya Asia untuk ikut ambil bagian dalam penjualan 5 persen saham Aramco di tahun 2018 mendatang. Diharapkan nantinya penjualan tersebut akan menjadi Initial Publik Offering (IPO) terbesar di dunia.

Bank-bank serta sejumlah perusahaan di Asia diharapkan bisa memainkan peran utama dalam rencana pihak Kerajaan Arab Saudi untuk mengembangkan industri non-minyak dan memperluas investasi internasional yang merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak.

Pada Agustus tahun lalu, Arab Saudi telah menandatangani 15 perjanjian awal dengan China — mulai dari pembangunan rumah di Arab Saudi, proyek air dan minyak. Penandatanganan tersebut dilakukan pada kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman, yang merupakan ujung tombak rencana reformasi ekonomi Saudi.

China-lah yang menanam investasi di Arab Saudi. Dan bukan sebaliknya.

Gulf News, Minggu (26/2/2017) menuliskan laporan, kunjungan Raja Salman ke Jepang dan Indonesia adalah yang pertama kali sejak monarki Arab Saudi terakhir mengunjungi kedua negara hampir 50 tahun silam.

“Kunjungan ini akan menjadi yang pertama dalam 46 tahun. Sehingga, secara simbolis ini menjadi sangat penting,” ujar Shigeto Kondo, periset di The Institute of Energy Economics di Jepang.

Di Jepang, Arab Saudi mengincar pengembangan ekonomi terbarukan, hiburan, setktor digital, dan sebagainya. Arab Saudi pun mengharapkan kerja sama investasi di berbagai sektor lainnya.

Baca juga : Keluarga Korban Insiden Crane Mekah Tagih Janji Raja Salman

“Jepang dan Arab Saudi sudah bekerja sama dalam penciptaan lebih banyak ikatan ekonomi yang beragam di antara keduanya. Adapun Jepang mencari keamanan energi, tentunya dari pemasok minyak utama,” tutur Makio Yamada, periset di King Faisal Centre for Research and Islamic Studies di Riyadh, Arab Saudi.

Kabarnya kabinet Arab Saudi telah menyetujui rangkaian nota kesepahaman kerja sama ekonomi dengan berbagai negara Asia. Ini termasuk proposal kerja sama Arab Saudi dan Indonesia terkait pengembangan UKM.

Adapun di Malaysia, Arab Saudi mengincar kerja sama di bidang sumber daya manusia, industri, dan perdagangan. (Jurnalindonesia)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11