Debat Final: Serangan Mematikan Ahok-Djarot 2 | Liputan Berita


Debat Final: Serangan Mematikan Ahok-Djarot 2
Liputanberita.net - Giliran Djarot bertanya ke Agus, bagaimana soal rumah apung, dan bagi Sylvi bagaimana tidak terjadi penyalahgunaan dana 1 milyar. Serangan yang cantik karena Sylvi sedang terseret kasus korupsi. Agus menjawab bahwa mengenai program dia yang rumah apung adalah hoax. Hahaha Hoax? apa perlu saya kasih rekamannya gus? Ada dimana-mana itu. Soal korupsi intinya jangan terlalu curiga kepada rakyat kata Agus.

Djarot menyerang lagi soal bagaimana teknis kontrol dana 1 milyar dan mengakhiri dengan baik “Jangan jebak rakyat untuk korupsi.” Kata Djarot. Agus menjawab lagi-lagi dengan jawabannya yang ngawang-ngawang, dan jangan curiga sama rakyat. Kalo saya tanggapi, gak heran jaman bapaknya banyak yang korupsi, sistem kontrol kok dibilang mencurigai. Masa uang sebanyak 1 miliar akan dibagikan tapi gak disertai rencana untuk mengkontrolnya supaya tidak dikorupsi, hahaha. Emangnya uang nenek mu gus, itu uang rakyat.

Sesi berikutnya agak lucu karena masing-masing pasangan harus menyebutkan kelebihan dan kekurangan pasangan lainnya. Dan serangan pada sesi ini lebih sadis lagi dari Djarot. Pasangan nomor 1 ngawang-ngawang tapi percaya bisa melaksanakannya. Pasangan nomor 3 (Pak Djarot sempat salah sebut) banyak ide tapi implementasinya kurang cepat sehingga diberhentikan dari Menteri. Anies memilih menjawab layaknya motivator sementara Agus mencoba menyerang tapi kurang greget.

Closing statement dari Anies juga ngarang, mengatakan bahwa warga Jakarta ingin Gubernur baru, lalu dilanjutkan dengan ceramah-ceramah keagamaan. Nampaknya ini tanda bahwa Anies sedang menembak warga Jakarta muslim yang berpikiran “pokoknya harus muslim” dengan tampil alim.

Agus lagi-lagi menyerang soal kekerasan, ucapan yang memecah belah (cenderung tuduhan sepihak ini). Lalu lanjut dengan ngawang-ngawang, dan lagi-lagi gerilya. Bahkan pasangan ini saat closing statement-nya membosankan.

Ahok dengan cantik memperlihatkan foto Kalijodo yang sudah berubah menjadi taman cantik yang tadinya tempat perempuan dijual dan narkoba diperjual-belikan. Dan langsung menyerang soal paslon 1 dan 3 yang ingin jadi Gubernur tapi membolehkan semuanya, melanggar aturan yang sudah dibuat. Katanya ibarat om dan tante bertamu kerumah, jangan merusak yang aturan yang dibuat oleh orang tua. Susah mendidik anak-anak.

Closing yang sangat tegas dari Ahok.

Saya rasa lagi-lagi Ahok menguasai perdebatan kali ini. Anies mencoba mengimbangi tapi serangan balik dari Ahok memukul telak Anies. Anies tetap kesulitan menurunkan ide-idenya ketataran teknis. Sementara Ahok terlihat memiliki pengetahuan luas untuk mengatasi permasalahan Jakarta. Sementara Agus meski bicara soal kreatif tapi materi debatnya tidak kreatif. Serangannya selalu kesosok Ahok yang dia katakan kasar dan tukang gusur tapi tidak sanggup menyerang program Ahok. Setiap kali mereka mencoba menyerang program Ahok malah mendapat serangan balik yang mematikan dari Ahok. (Seword)

🔙 Sebelumnya

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca juga ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.