Didemo Massa Jamaah Masjid Agung, Pameran Hari Jadi Garut Ditutup Didemo Massa Jamaah Masjid Agung, Pameran Hari Jadi Garut Ditutup


Didemo Massa Jamaah Masjid Agung, Pameran Hari Jadi Garut Ditutup
Liputanberita.net - Pameran Hari Jadi Garut (HJG) di halaman Masjid Agung Garut yang sedianya digelar hingga Minggu (26/2/2017), terpaksa malam ini ditutup. Puluhan stand akan dibongkar. Hal itu buntut aksi dari seratusan orang dari Forum Jamaah Masjid Agung tadi siang.

Usai Salat Jumat di Masjid Agung, massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Garut yang berada di sebelah masjid. Mereka memprotes sikap pemerintah yang menggelar pameran di halaman masjid. Massa menilai halaman masjid semestinya diperuntukan untuk kepentingan Masjid.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para jamaah mendesak pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar) Kabupaten Garut, untuk segera menutup pameran yang telah digelar sejak 22 Februari lalu. Masa juga menuding pemerintah menyelenggarakan pameran ini tanpa adanya rekomendasi dari pengurus Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Agung Garut.

"Kami sebagai jamaah Masjid Agung Garut, menuntut pemerintah untuk segera membubarkan pameran yang tidak memiliki izin ini. Pameran ini tidak memiliki izin dan rekomendasi dari kami," ungkap koordinator aksi, Ade Sumarna.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman menyampaikan permintaan maaf yang sebesar besarnya kepada para jamaah Masjid Agung. Pemerintah juga berjanji akan merealisasikan tuntutan jamaah, dan akan menutup pameran tersebut hari ini juga.

"Pameran Hari Jadi Garut ini akan ditutup sekarang. Insya Allah akan kita bongkar malam nanti," katanya.

Namun saat dikonfirmasi terkait tudingan jamaah yang menyebutkan bahwa pameran tersebut tidak memiliki izin dari pihak pengelola Masjid Agung, Disbudpar Kabupaten Garut, selaku panitia pameran, enggan dimintai keterangan.

Akibat aksi ini, banyak pedagang yang mengeluh terkait nasib mereka berjualan di pameran. Salah seorang pedagang pakaian yang berjualan di dalam pameran, Nurdin, merasa kecewa dengan rencana pemerintah yang akan menutup pameran yang sejatinya akan digelar hingga tanggal 26 Februari ini. "Sebenarnya saya dan yang lainnya kecewa. Kalau tahu begini, seharusnya kita gak ikutan aja sejak pertama," ungkap Nurdin kepada wartawan.

Namun hingga Jumat sore (24/02/2017) aktivitas berjualan di dalam pameran terus berlangsung. Bahkan warga semakin memadati area pameran. (detikcom)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11