Indonesia Barometer Demokrasi Dunia Islam, Pilgub DKI Harus Aman Indonesia Barometer Demokrasi Dunia Islam, Pilgub DKI Harus Aman


Indonesia Barometer Demokrasi Dunia Islam, Pilgub DKI Harus Aman
Liputanberita.net - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 akan digelar Rabu (15/2/2017) lusa. Semua berharap, pesta demokrasi lima tahunan ini dapat berjalan dengan aman dan damai.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi menyampaikan demokrasi di Indonesia relatif dapat berjalan dengan lancar. Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu barometer demokrasi di dunia islam.

"Indonesia adalah barometer demokrasi di dunia Islam. Kalau kita lihat secara jelas, demokrasi yang relatif berjalan baik Indonesia dan Turki," kata pria yang biasa akrab disapa Zuhe itu, dalam diskusi menyongsong Pilgub DKI yang aman, damai dan demokatis di Tebet 39, Jalan Raya Tebet, Jakarta Selatan, (13/2/2017).

Atas kondisi tersebut, dia menyampaikan bahwa Pilkada DKI ini diharapkan dapat berjalan dengan aman dan damai. Selain itu, Pilgub DKI kali ini pun, kata Zuhe, bisa mendewasakan demokrasi yang ada di Indonesia.

"Pengalaman demokrasi yang terjadi di Indonesia ini akan mendewasakan dalam demokrasi. Bahwa sesorang yang akan memimpin Jakarta nanti, saya kira adalah seseorang di mata warganya mempunyai kompetensi, integritas dan rekam jejak untuk memimpin Jakarta," imbuhnya.

Banyak sekali isu, menurut Zuhe, yang menjadi perdebatan dalam ranah publik. Salah satunya adalah boleh tidaknya memilih pemimpin berdasarkan kesamaan agama.

Ia pun mencoba memberikan gambaran bahwa di Mesir, Lembaga Fatwa Mesir telah mengeluarkan Fatwa bahwa orang muslim boleh memilih pemimpin non muslim.

"Setahu saya di Mesir, lembaga fatwa mesir telah mengeluarkan fatwanya bahwa seorang muslim boleh memilih pemimpin yang non muslim. Dan itu mengacu kepada sejarah Islam, mengacu kepada dalil-dalil. Mengapa? Karena seorang gubernur bukan seorang raja yang mempunyai kekuasaan absolut, dia bisa lakukan apa saja, tapi gubernur seorang pelayan, pejabat, seluruh kekuasannya diawasi oleh DPRD, parlemen rakyat dan lembaga-lembaga hukum lain," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Darussalam Relawan Anies-Sandi menegaskan tentang komitmennya untuk Pilkada damai. Ia pun menyampaikan sejak awal Anies-Sandi berupaya dalam menciptakan situasi yang aman dan damai yang terlihat dari slogan mereka, yaitu salam bersama.

"Salam bersama itu merupakan bentuk konkrit dari kita lebih percaya bangsa ini bahwa kami melihat berbagai demo itu jauh dari potensi konflik, justru ada kesadaran baru bahwa demokrasi itu bukan kekerasan tapi parlemen jalanan. Ini buat saya piihan mereka sangat konstitusional dengan melakukan gerakan jalanan yang dulu dipelopori oleh kaum muda, buruh dan sebagianya," ujarnya. (detikcom)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11