Isu SARA Picu Konflik di Indonesia, Begini Komentar Imam Islamic Center of New York Isu SARA Picu Konflik di Indonesia, Begini Komentar Imam Islamic Center of New York


Isu SARA Picu Konflik di Indonesia, Begini Komentar Imam Islamic Center of New York
Liputanberita.net - Beragam konflik baru yang dipicu isu suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA) bermunculan di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian Imam Islamic Center of New York, Shamsi Ali.

Shamsi Ali yang menjadi Imam Besar Masjid Pusat Islam New York, Amerika Serikat, selama 10 tahun ini mengingatkan masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kembali melihat jati diri bangsa.

“Saya kira yang pertama adalah kita harus kembali melihat jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Jadi diri kita ini adalah bangsa yang sopan, santun, ramah, bersahabat, gotong royong, toleransi,” ujarnya saat ditemui di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017) malam, dilansir detik.com.

Imam Shamsi juga menilai jati diri bangsa Indonesia merupakan pegangan yang cukup untuk menjalin komunitas berbeda dalam tatanan kesatuan Indonesia. Ia juga menuturkan bahwa agama harus menjadi memotivasi untuk membangun kebaikan, bukan permusuhan.

“Bagaimana keyakinan beragama yang berbeda ini kemudian kita jadikan bukan untuk permusuhan. Tapi kita jadikan sebagai motivasi kita untuk membangun kebajikan dan kebaikan. Sehingga kita koneksi hal-hal yang baik,” tuturnya.

Keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia memang menyebabkan adanya perbedaan konsep ketuhanan. Namun, beragama tentu menjadi komitmen agar kehidupan bermasyarakat menjadi makin baik.

“Ada saatnya kita proses konsep ketuhanan itu dalam tatanan sosial yang mengajarkan kita untuk sopan, santun, jujur, humble, rendah hati, dan sebagainya,” lanjutnya.

Imam Shamsi menambahkan, jika di Indonesia terjadi konflik yang dilandasi oleh sentimen agama, itu hanyalah sebuah kasus. Kasus ini pun tak boleh dikaitkan sebagai karakter atas agama tertentu.

Terlebih lagi, sejarah mencatat, masyarakat telah beragama jauh sebelum Indonesia merdeka. Masyarakat yang menjadi prioritas pun selalu memegang teguh kerukunan, toleransi dan gotong royong. (detikcom)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11