KPK Temukan Brankas Berisi SGD 11.300 di Kantor Penyuap Patrialis KPK Temukan Brankas Berisi SGD 11.300 di Kantor Penyuap Patrialis


KPK Temukan Brankas Berisi SGD 11.300 di Kantor Penyuap Patrialis
Liputanberita.net - Komisi Pemberantas Korupsi rupanya juga menemukan sebuah brankas saat menggeledah kantor penyuap Patrialis Akbar, Basuki Hariman. Brankas itu berisi uang SGD 11.300.

"Kami dapat info tambahan dalam penggeledahan pada hari Jumat (27/1) disita sebuah brankas di kantor BHR (Basuki)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Febri mengatakan brankas itu kemudian disita oleh penyidik KPK. Brankas ditemukan bersamaan dengan sejumlah barang lain, seperti beberapa dokumen dan 28 stempel lembaga.

"Uang (di dalam brankas) ini diduga terkait perkara yang sedang disidik KPK," ujar Febri.

Di antara dokumen yang disita, kata Febri, terdapat sejumlah dokumen keuangan perusahaan. Dokumen itu ikut disita untuk mendalami indikasi penyuapan dalam kasus ini.

"(Dokumen) tidak bisa kami buka secara rinci. Memang ada yang meliputi jumlah-jumlah dan peruntukan uang," ungkap Febri.

KPK sebelumnya mengatakan ada 28 stempel lembaga, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan beberapa stempel otoritas pemberi label halal dari beberapa negara di kantor PT SLP saat digeledah. Kantor milik Basuki Hariman itu digeledah pada Jumat (27/1) lalu terkait dugaan suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Basuki sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan Patrialis Akbar. Patrialis sekarang sudah dibebastugaskan sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.

Selain Basuki dan Patrialis, KPK menetapkan Kamaludin dan Ng Feni sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Patrialis diduga menerima hadiah atau janji sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu. (detikcom)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11