Mengenal Salman Nuryanto, Boss Pandawa Group yang Cuma Lulus SD Mengenal Salman Nuryanto, Boss Pandawa Group yang Cuma Lulus SD


Mengenal Salman Nuryanto, Boss Pandawa Group yang Cuma Lulus SD
Liputanberita.net - Polisi baru saja mengumumkan tertangkapnya Salman Nuryanto (42) boss Pandawa Group, koperasi simpan pinjam di Depok, Jawa Barat, yang menghimpun dana masyarakat hingga triliunan rupiah dengan bunga 10 persen.

Fakta menarik dari sosok Nuryanto adalah, dia hanya lulus SD, lahir tanggal 31 Oktober 1975 dari sebuah keluarga miskin di wilayah Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Siapakah Salman Nuryanto, dapat dilihat dari sebuah video yang selama ini beredar di kalangan pengikutnya. Anggota Pandawa Group konon jumlahnya tidak kurang dari 10 ribu orang, mereka terbagi dalam struktur piramida mulai dari anggota, hingga tataran leader yang jenjangnya mencapai delapan lapis tingkatan.

Dalam video tersebut, dikisahkan Salman Nuryanto sejatinya bernama Dumeri, penjual cilok di Randudongkal yang memiliki dua orang anak. Bosan miskin, dia mengadu nasib ke Jakarta kemudian berjualan bubur ayam di kawasan Depok.

Video berdurasi 15 menit itu menggambarkan keuletan Salman Nuryanto, sejak dari modal awal merantau yang hanya Rp 15.000 pemberian ibunya, hingga bagaimana dia menghemat makan hanya setengah bungkus mi instan setiap hari.

Ketika usaha itu mulai membuahkan hasil, Salman Nuryanto sempat mencoba mengembangkan usaha dengan merekrut sejumlah orang untuk berjualan bubur ayam dengan sistem setor. Sebelumnya, dia juga bertemu dengan seseorang yang mengatakan ingin menitipkan modal usaha.

Namun, usaha itu ternyata bangkrut dan berujung pada utang yang menumpuk, hingga Salman Nuryanto pun dikejar-kejar penagih utang. Dari kejadian itulah, dia lantas berujar untuk membantu orang-orang yang kesulitan finansial.

“Buat apa saya meminjam uang untuk modal. Biar orang yang meminjam uang kepadaku,” tutur Dumeri yang sejak saat itu juga mengganti namanya menjadi Salman Nuryanto.

Tidak diceritakan dalam video itu, bagaimana Salman Nuryanto mendirikan Koperasi Pandawa dan bagaimana bisnis itu berkembang pesat. Namun, sejak sekitar setahun lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan adanya malpraktik yang terjadi. Sebagai koperasi, seharusnya Pandawa hanya memungut simpanan wajib dan simpanan pokok, serta menjalankan usaha lain yang dikendalikan melalui Rapat Anggota Tahunan.

Namun, Pandawa Group menerbitkan surat-surat kontrak untuk menghimpun dana dengan perjanjian bunga 10 persen per bulan. Suasana panik meliputi anggota Pandawa Group ketika OJK menyetop usaha itu dan meminta Salman Nuryanto mengembalikan dana yang dihimpunnya secara tidak sah. Alih-alih menuruti perintah itu, dia justru menghilang sejak sebulan lalu, hingga Senin (20/2/2017) dini hari dia ditangkap polisi.

Menurut seseorang yang mengenal Salman Nuryanto cukup dekat, video itu memang menggambarkan kehidupan Dumeri yang kemudian berganti nama menjadi Salman Nuryanto.

“Yang agak meragukan, gambaran bahwa dia sangat taat beribadah. Seingat saya, Nuryanto baru salat setelah jadi orang kaya. Bahkan sekarang selalu mengenakan baju dan sorban seperti ulama,” tutur sumber tersebut. (Timlo.net)

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11