Fadli Zon Sebut Penguasa Tertinggi Ingin Jegal Kemenangan Anies-Sandi Fadli Zon Sebut Penguasa Tertinggi Ingin Jegal Kemenangan Anies-Sandi


Fadli Zon Sebut Penguasa Tertinggi Ingin Jegal Kemenangan Anies-Sandi
Liputanberita.net - Sejumlah pimpinan Partai Gerindra melakukan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto untuk membahas strategi pemenangan Anies-Sandiaga di kampanye Pilgub DKI putaran II. Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai tantangan adanya penguasa ikut campur.

Dalam pertemuan tersebut juga Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra M Taufik dan Cawagub DKI Sandiaga Uno.

"Segala macem tadi ada laporan enggak bermutu aja dilaporkan. Jadi pendekatan sudah irasional yang dilakukan oknum di penguasa," kata Fadli Zon di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3).

Fadli menuturkan saat ini sangat terlihat jelas ada adanya pihak pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk menjegal kemenangan Anies-Sandiaga di putaran II. Namun, dia mengaku untuk membuktikan keterlibatan tersebut agak sulit lantaran melibatkan penguasa tertinggi.

"Itu seperti terasa tapi sulit dibuktikan. Tapi jelas sekali kok dari penguasa yang tertinggi. Ya tertinggi pikir aja kira-kira siapa? Itu pendapat saya," ungkap Fadli.

Menanggapi isu belakangan menyerang Anies-Sandiaga, Fadli mengaku Prabowo hanya berkomentar normatif dan meminta mesin partai untuk bergerak total. Mereka juga diminta menepis segala isu negatif menimpa Anies-Sandiaga.

Dia berharap agar penguasa untuk menjalani demokrasi secara jujur, adil dan tanpa kecurangan untuk menguntungkan salah satu paslon. "Aparat keamanan juga demikian, saya kita aparat keamanan tidak boleh berpihak apa itu polri arau bin. Jadi harus menjamin aparatur yang netral begitu juga dengan KPU DKI dan Bawaslu," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pertemuan ketua KPU DKI Sumarno dan ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti dengan tim pemenangan Ahok Djarot, Fadli enggan berkomentar banyak.

"Kalau cuma ketemu enggak ada masalah apa lagi diundang. Menurut saya tidak perlu kita besarkan selama tidak ada rencana kecurangan. Kalau ketemu dengan paslon lain waktu juga bisa kita undang," terang Fadli. (Merdeka)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11