Sindir Anies, Djarot: Kalau Presiden Tak Puas Kinerja Pembantunya, Pasti Dipecat Sindir Anies, Djarot: Kalau Presiden Tak Puas Kinerja Pembantunya, Pasti Dipecat


Sindir Anies, Djarot: Kalau Presiden Tak Puas Kinerja Pembantunya, Pasti Dipecat
Liputanberita.net - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, menyayangkan pernyataan calon gubernur DKI nomor pemilihan tiga Anies Baswedan yang menyebut tengah berusaha memberhentikan petahana Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya sebagai gubernur.

Menurut Djarot, Anies justru yang pernah diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dari jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

"Kalau Pak Anies dulu memang pernah dipecat, karena beliau pembantu Presiden. Kalau Presiden tidak puas kinerja pembantunya, ya diberhentikan," kata Djarot saat menghadiri Pengajian bersama Partai Golkar, di Balai Rakyat Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

Pada kesempatan itu, turut hadir politisi Partai Golkar Nusron Wahid. Djarot mencontohkan, Nusron juga pembantu presiden. Jokowi menunjuk Nusron menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Jika Nusron tak bekerja dengan baik, Jokowi berwenang untuk memberhentikan Nusron.

"Nah kalau warga Jakarta puas enggak sama kinerja Basuki-Djarot? Survei menunjukkan hampir 75 persen kepuasannya (terhadap pemerintahan Ahok-Djarot)," kata Djarot.

Dia mengklaim, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot telah membawa berbagai perubahan. Seperti kali bersih, pegawai yang tak lagi lakukan pungutan liar, pembangunan berjalan, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil survei Median, sebesar 56,3 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Ahok-Djarot. Sedangkan 30 persen responden lainnya mengaku tidak puas.

Senada dengan hasil survei Median, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, 73,5 persen responden menyatakan sangat puas atau cukup puas dengan kinerja Ahok. Kemudian 25,2 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas. Hanya 1,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Pada acara Mata Najwa yang ditayangkan Senin (27/3/2017) malam, Najwa Shihab menyebutkan bahwa persepsi kepemimpinan Ahok adalah ceplas ceplos, apa adanya, mudah marah, dan mudah memecat anak buah. Anies dipersepsikan santun, tidak tegas, dan tidak berani pecat anak buah.

Saat menanggapi hal itu, Anies menyebut dirinya tengah berusaha memberhentikan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Tidak mungkin memberhentikan anak buah? Sekarang saja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur. Jadi bagaimana kita enggak berani (pecat), apalagi anak buahnya, gubernurnya aja mau diberhentiin," kata Anies.

Ahok kemudian mengatakan bahwa pihak yang bisa memecat dirinya adalah warga Jakarta.

"Kontrak saya sampai Oktober 2017. Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies. Karena saya pelayan warga Jakarta, jadi kalau (Anies) mau mecat saya, bukan sebagai calon gubernur tapi sebagai warga DKI," kata Ahok. (Kompas)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11