Aa Gym Protes Video Ahok Ada “Ganyang Cina”-nya, Faktanya Memang Ada Aa Gym Protes Video Ahok Ada “Ganyang Cina”-nya, Faktanya Memang Ada


Aa Gym Protes Video Ahok Ada “Ganyang Cina”-nya, Faktanya Memang Ada
Liputanberita.net - Tulisan ini sudah yang kesekian kalianya membahas Aa, semoga Aa beserta jamaahnya tidak bosan, dan tidak diambil hati soal ke-apa ada-annya tulisan ini. Memang apa adanya, tanpa tendensi macam-macam. Karena apa adanya, yang bukan ada apanya, tulisannya ini bisa mengkritik bisa juga memuji seorang Aa Gym. Haha..

Pertama, saya salut dengan Aa. Aa terlihat cukup update dengan masalah di Jakarta. Aa punya gairah yang besar tentang masa depan Jakarta. Makanya, saat Jakarta banjir, dengan rasa simpati yang membeludak Aa pun mengungkapkan keprihatinannya kepada warga Ibukota.

Mungkin simpati sebesar itu tak dirasakan oleh warga Bandung yang kebanjiran. Warga Bandung kan religious, sabar dan tabah. Sedang warga Jakarta cenderung gampang marah dan tidak sabaran. Wajar dong Aa mendahulukan mereka yang gampang marah.

Yang terbaru adalah soal video berlatarkan suara Djarot, yang berisi kritikan kaum intoleran di negeri ini. Video tersebut ramai dibicarakan. Hingga menjadi trending topic di twitter, channel dimana Aa cukup giat menyampaikan aspirasinya. Hastag yang menjadi trending soal video tadi adalah #KampanyeAhokJahat.

Berbicara jahat-tidak jahat sangat nisbi dalam siatusi pilkada sekarang ini. Sebab, jahat menurut kubu Anies-Sandi, bisa jadi baik menurut kubu Ahok. Begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya, kita fokus saja dengan tanggapan Aa soal video tersebut.

Aa Gym menulis gini: “Pa AHOK saya PROTES KERAS video kampanye yang sangat menyudutkan umat Islam , ini fitnah yang sangat kotor dan keji” (sebuah foto diunggah)

Lalu kelanjutannya: “Tak pernah kami mengatakan ganyang Cina sekalipun berjuta-juta umat Islam berkumpul, bahkan kami menghormati,,, mengapa membuat video Fitnah ini?” (sebuah video diunggah)

Setidaknya ada 4 kejanggalan dari cuitan Aa Gym di twitter:
  1. Videonya dianggap menyudutkan umat Islam
  2. Videonya berisi fitnah kotor dan keji
  3. Tidak ada perkataan (tulisan berupa spanduk) “ganyang Cina”
  4. Berjuta-juta umat Islam berkumpul
Mari kita bahas satu persatu agar semua menjadi jelas, bagi Aa Gym dan mereka yang merasa telah disudutkan dengan video tersebut, juga bagi video tersebut yang dianggap sumber kekacauan.

Pertama, video tersebut dianggap menyudutkan umat Islam. Ini perlu dipertanyakan ke Aa Gym. Umat Islam yang mana yang disudutkan? Apakah penggunaan kata “umat Islam” mengandung makna keseluruhan? Atau parsial? Apakah umat Islam yang dimaksud adalah mereka gemar memakai nomor togel dalam aksinya juga gemar meneriakkan “kafir, munafik, bunuh, gantung” kepada orang? Atau yang dimaksud umat Islam disana adalah mereka yang kemarin istighasah tanpa teriakan liar juga tanpa nomor togel?

Ini harus jelas dulu, umat Islam yang mana yang merasa disudutkan? Toh, videonya memang menggambarkan realitas negeri ini. Dimana sebagian umat Islam tampak garang membela agamanya.

Poin kedua dan ketiga, sepertinya merupakan satu paket. Jadi kita bahas sekalian. Video tersebut berisi fitnah kotor dan keji. Karena ada tulisan atau kata-kata (spanduk) “ganyang Cina” di dalamnya. Di poin inilah Aa Gym sepertinya murka. Ia tidak terima aksi damai bela Islam ada spanduk “ganyang Cina”-nya.

Setelah ditelusuri. Ternyata, spanduk bertuliskan “ganyang Cina” memang ada dalam aksi bela Islam 411. Meski tak sama dengan yang ada di video kampanye, keberadaan versi lain dari spandung “ganyang Cina” membuktikan bahwa provokasi “anti Cina” sudah dipersiapkan dari awal.

Mungkin saat itu Aa Gym sedang sibuk menyiapkan orasi. Jadi tak terlalu memperhatikan spanduk-spanduk yang ikut menghiasi aksi bela Islam 411. Video singkat tersebut tak bisa dipungkiri memang propaganda “anti Cina” ada dan tidak bisa tidak.

Terakhir adalah berjuta-juta umat Islam berkumpul. Maka sempurna sudah dagelan Aa Gym soal video tersebut. Aa Gym kembali menunjukkan kelasnya sebagai pihak yang “mendukung” aksi-aksi intoleransi.

Saat video tersebut mengkritik praktik-praktik intoleransi yang terjadi di negeri ini, Aa malah menganggap hal itu sebagai fitnah yang kotor dan keji. Itu artinya, Aa berada di pihak kaum intoleran yang biasanya beranggapan bahwa bumi itu datar dan monas mampu menampung 7 juta manusia juga equil itu memabukkan.

Pantas saja, saat Jawa Barat diserang badai diskriminasi dan intoleransi kaum radikalis terhadap minoritas, Aa diam seribu bahasa. Aa tak punya cukup simpati untuk merangkul pihak-pihak minoritas. Jempol Aa terasa kaku dan mati rasa, meski untuk sekedar mencuit rasa simpati untuk para korban intoleransi.

Ditulis oleh : Muhammad Nurdin dari Seword.com

Artikel Menarik Lainnya

loading...

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11