Ulah MCA Bikin Orang Gila Jadi Korban Orang Waras Ulah MCA Bikin Orang Gila Jadi Korban Orang Waras

Ulah MCA Bikin Orang Gila Jadi Korban Orang Waras
Liputanberita.net - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana, menilai eksistensi the family Muslim Cyber Army atau MCA sudah memberikan efek resah di masyarakat akibat penyebaran ujaran kebencian.

Umar menjelaskan, MCA telah menyebarkan hoaks penyerangan orang gila terhadap ulama di 20 lokasi. Padahal insiden kekerasan terhadap ulama di Jawa Barat hanya terjadi dua kali sehingga hal ini menimbulkan kecurigaan.

"Yang jelas membuat resah, sekarang pada tataran pelaksana, gimana caranya? Chaos. Sekarang masyarakat tidak tenang, sudah terbukti. Contoh, maaf ya, kalau kita bicara orang gila, sakit jiwa sebagai pelaku di Jawa Barat, cuma dua TKP," ujar Umar di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis, 1 Maret 2018.

Peristiwa pertama penganiayaan menimpa KH Umar Basri alias Ceng Emon (60 tahun), pemimpin Pesantren Al Hidayah di Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 27 Januari 2018. Sehari kemudian, polisi menangkap pelakunya, Asep (50 tahun), yang belakangan dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Peristiwa kedua dialami R Prawoto alias Ustaz Prawoto, Komandan Brigadir Persatuan Islam (Persis). Korban meninggal dunia setelah dipukul dengan potongan pipa besi oleh seorang tak dikenal di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada 1 Februari 2018. Polisi segera menangkap tersangka pelakunya yang diketahui bernama Asep Maptuh (45 tahun).

"Sekarang kebalik, ada berapa orang gila yang jadi korban orang waras hanya karena dua kejadian ini? Yang dianiaya lah, yang digebukin lah sampai dibakar. Efek dari katanya banyak orang gila berkeliaran nyari ulama, kan cuma dua, yang lain hoaks semua," ungkapnya.

Akibatnya, frame bahwa orang gila berkeliaran mencari ulama sudah melekat kuat. Beberapa kejadian orang gila yang diduga akan menganiaya ulama mulai bermunculan, namun setelah didalami, ternyata tidak seperti yang dikhawatirkan.

Salah satunya, kejadian pada Minggu malam, 25 Februari 2018 di Masjid Istiqomah yang diduga pria berusia 30 tahun Tomi Tojiri. Hasil pemeriksaan ternyata yang bersangkutan hendak melaksanakan salat namun tidak memakai sarung. Saat mencari sarung, ada pihak yang mencari kesempatan menegaskan bahwa Tomi tengah mencari ulama.

"20 kejadian di Jawa Barat yang asli cuma dua, yang 18 hoaks. Nah di antara 18 hoaks ini banyak orang gila jadi korban, itu digebukin di lingkungan Masjid (Istiqomah) lagi, coba bayangkan. Ternyata pas kita cek dia enggak bilang aku Tuhan, (Tomi bilang) 'tolong saya tuhan' dalam bahasa sunda," terangnya.

Kemudian tidak hanya di Bandung, orang gila menjadi sasaran juga terjadi di Kabupaten Ciamis. "Terus yang digundulin di Ciamis, di jalan tahu-tahu dikeroyok divideoin, dibuka bajunya suruh ngaku, ngaku apa? Cuma suruh bilang 'PKI - PKI' difilmin, ternyata orang gila korban orang normal. Pertanyaannya, yang normal siapa yang gila siapa," tuturnya. (viva)

Baca Juga Ini

[random][fbig1]
Diberdayakan oleh Blogger.
IBX582A9C9AF3C11